Alasan Panitia Pilih Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab Jadi Lokasi Musyawarah AHWA di Muktamar Ke-35 NU
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab di jantung Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Foto: M Choirurrojikin)
Jombang, NU Online
Panitia lokal Muktamar Ke-35 NU menyiapakan Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) sebagai lokasi sidang Ahlul Halli Wal Aqli (AHWA). Di bangunan bersejarah ini, panitia lokal menginginkan sembilan kiai sepuh bermusyawarah, menentukan ulama yang dipandang mampu mengemban amanah Rais Aam PBNU masa khidmah berikutnya.
Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq (Gus Rozaq) menyatakan bahwa pemilihan lokasi ini bukan melulu urusan teknis tempat, melainkan upaya panitia menghadirkan kembali teladan sang pendiri NU.
"Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab," kata Gus Rozaq, Ahad (23/8/2026).
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini menegaskan bahwa Mbah Wahab merupakan figur ulama lengkap dan sarat legasi keteladanan. Dia inisiator sekaligus utama NU yang konsisten berjuang tanpa kenal lelah hingga akhir hayatnya.
"Beliau adalah sosok Pahlawan Nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa," ujar Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Pondok Pesantren Bahrul Ulum tersebut.
Karena itu, lanjut Gus Rozaq, panitia berharap, penempatan sidang AHWA di Ndalem Kesepuhan Mbah Wahab ini dapat memberikan dorongan moral bagi semua anggota AHWA dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
"Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap," harap Gus Rozaq.
Selain faktor sejarah, keberadaan Ndalem Kasepuhan yang berdampingan dengan Masjid Jami' Bahrul Ulum, panitia juga mempertimbangkan aspek kelancaran dan kenyamanan para kiai sepuh selama bermusyawarah.
"Faktor kenyamanan (juga) menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," tegas Gus Rozaq.
Untuk mendukung kenyamanan saat musyawarah, panitia lokal telah menata interior serta memasang fasilitas pendingin udara (AC) di dalam ruangan. Hal ini dilakukan agar arena persidangan tetap sejuk, nyaman, dan khidmat bagi para kiai sepuh.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik usulan panitia lokal agar musyawarah AHWA digelar di Ndalem Kesepuhan Mbah Wahab. Menurutnya, memilih tempat sarat nilai sejarah seperti kediaman pendiri NU merupakan gagasan yang menarik.
"Bagus sekali kalau misalnya (rapat AHWA) ditempatkan di dalem-nya (kediaman) Kiai Wahab Hasbullah. Saya kira itu usulan yang sangat baik," kata Gus Ipul Kamis (20/8/2026) usai menghadiri shalawat dan istighotsah bersama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Sekjen PBNU ini menjelaskan bahwa penetapan lokasi akhir akan mempertimbangkan kesiapan teknis dan pengamanan arena musyawarah.
"Ya itu boleh saja, teknis nanti di mana saja. Yang penting kan keamanannya terjaga. Tapi itu teknis ya, nanti kita lihat lebih lanjut," jelasnya.