Banser dan Pagar Nusa Gotong Royong Layani Jamaah Harlah Ke-100 NU
Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:30 WIB
Sejumlah personel Banser sedang melayani jamaah yang hadir pada puncak Harlah Ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: NU Online/Risky)
Jakarta, NU Online
Pelataran Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (31/1/2026), tampak lebih sejuk dari biasanya. Sisa hujan yang turun sejak subuh masih menyisakan genangan tipis di sejumlah sudut area.
Aspal terlihat gelap dan mengilap, sementara udara pagi terasa lembap. Di tengah kondisi tersebut, ribuan jamaah terus berdatangan untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi.
Dalam pantauan NU Online, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Pagar Nusa telah bersiaga sejak pagi hari. Mereka menempati sejumlah titik strategis untuk mengatur arus kedatangan jamaah, membantu menunjukkan arah, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan tertib.
Sejumlah anggota tampak mendorong troli untuk memindahkan sekaligus membagikan air mineral kepada jamaah yang hadir. Pelayanan dilakukan secara bergantian di tengah arus massa yang terus mengalir menuju area Istora.
Denis, anggota Banser asal Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengatakan kelelahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengamanan kegiatan berskala besar. Namun, kerja kolektif membuat tugas tersebut terasa lebih ringan.
“Capek iya, tapi bisa gantian istirahat. Yang penting kita bareng-bareng, gotong royong, supaya jamaah dan tamu yang hadir di Harlah bisa merasa nyaman,” ujar Denis saat ditemui NU Online.
Menurutnya, keterlibatan Banser dan Pagar Nusa dalam agenda Harlah bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi juga bentuk pengamalan nilai-nilai yang diajarkan para kiai NU.
“Kita diajarkan ikhlas oleh kiai-kiai. Salah satu praktiknya ya lewat kegiatan seperti ini,” katanya.
Di lapangan, anggota Banser tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga membantu jamaah lanjut usia berjalan di permukaan yang masih licin akibat hujan. Mereka memastikan jalur keluar-masuk tetap dapat dilalui dengan aman.
Sementara itu, di beberapa titik, anggota Pagar Nusa tampak membantu pendistribusian nasi kotak. Banser juga berjaga di area sekitar Istora untuk memastikan jamaah memperoleh air minum yang cukup.
Denis menambahkan, tugas pengamanan tidak berhenti saat acara selesai. Banser tetap bersiaga hingga jamaah meninggalkan lokasi.
“Kami tetap di sini sampai rangkaian acara benar-benar selesai. Selain pengamanan, kami juga memastikan anggota lengkap dan kondisi lingkungan kembali tertib,” ujarnya.
Diketahui, Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 Masehi. Setelah memperingati satu abad versi Hijriah pada 2023 di Sidoarjo, Jawa Timur, NU kini memasuki babak baru perjalanan abad kedua dalam kalender Masehi.