BEM SI Aksi Hardiknas 2026, Soroti Prioritas Pendidikan hingga Isu Kekerasan di Kampus
Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:00 WIB
Jakarta, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
Massa aksi mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB. Sekitar 700 peserta dilaporkan berupaya merangsek menuju depan Istana Presiden. Sementara itu, para orator terus memacu peserta aksi untuk maju menembus barikade Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Orator aksi dari STT Terpadu Nurul Fikri, Adelia, menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama kemajuan bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga fondasi dalam membentuk karakter, memperkuat daya saing, serta menentukan arah masa depan.
“Pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional, bukan sekadar pelengkap kebijakan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan kekerasan seksual di lingkungan kampus yang dinilai masih menjadi isu serius. Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.
“Banyak kasus tidak tertangani dengan baik. Tidak sedikit korban memilih diam karena takut stigma atau tidak mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Orator lain dalam aksi tersebut turut mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyerap anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Apakah kawan-kawan sepakat gaji guru harus lebih besar dari DPR? Apakah kawan-kawan sepakat gaji guru harus lebih besar dari pegawai MBG?” serunya, yang disambut respons peserta aksi.
BEM SI menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terus diposisikan sebagai sektor pelengkap dalam pembangunan nasional.
“Pendidikan adalah fondasi utama bangsa. Kegagalan negara dalam mengelola pendidikan secara adil akan berdampak langsung pada masa depan Indonesia,” demikian pernyataan yang disampaikan.