Nasional

Gus Ipul Perkirakan Pemilihan Ketum PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Besok

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Gus Ipul Perkirakan Pemilihan Ketum PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Besok

Ketua Organizing Committe (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). (Foto: NU Online/Amar)

Jakarta, NU Online

Ketua Organizing Committe (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memperkirakan bahwa pemilihan ketua umum (Ketum) PBNU masa khidmah 2026-2031 jatuh pada Ahad (30/8/2026).


"Kalau pemilihan ketua umum jelas besok. Jadi, mudah-mudahan besok hari Minggu semuanya tuntas," katanya di Halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026) malam.


Selain itu, Gus Ipul juga memperkirakan bahwa pemilihan Rais Aam pada esok hari karena belum ada proses penyusunan data atau tabulasi untuk tim Ahlil Halli wal Aqdi (Ahwa).


"Rasa-rasanya, mungkin ini perkiraan saya, mungkin belum, mungkin besok pagi karena masih belum tabulasi ya, tabulasi untuk AHWA," jelasnya.


Tahap selanjutnya, sambung Gus Ipul, Ahwa akan melakukan sidang dan akan memilih rais aam. "Setelah ada rais aam terpilih, nanti baru dimulai pemilihan ketua umum," jelasnya.


Selain itu, Gus Ipul mengklaim bahwa seluruh rangkaian persidangan di Muktamar Ke-35 NU berlangsung dengan terbuka. Selain itu, lanjutnya, para peserta sidang dapat mendengarkan dengan baik tanpa ada suatu hal yang ditutupi.


"Apa yang menjadi perdebatan, semuanya terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tapi yanh kita prioritaskan kenyamanan dan ketertiban," jelasnya.


Lebih lanjut, Gus Ipul membeberkan dua mekanisme yang tengah menjadi perdebatan dalam pemilihan ketum. Pertama, katanya, dengan teknis yang sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya.


"Tapi kalau ada perubahan, nanti tidak lagi one man one vote, tapi satu wilayah satu, satu cabang bisa memilih sekurang-kurangnya lebih dari satu atau sebanyak-banyaknya berapa (tergantung keputusan muktamirin)," katanya.


Ia menegaskan bahwa di NU tidak pernah kekurangan kader untuk memilih jamiyyah. "NU tidak kekurangan kader untuk jamiyyah ini ke dapan," terangnya.