Gus Mus Paparkan Makna Umur yang Berkah: Bukan soal Panjang, tapi Manfaat
Ahad, 22 Maret 2026 | 21:00 WIB
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan hidup tidak ditentukan oleh panjangnya usia, melainkan sejauh mana umur tersebut membawa keberkahan dan manfaat.
Dalam pengajian yang membahas Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athailah, Gus Mus menegaskan bahwa banyak orang hidup lama, tetapi minim kontribusi. Sebaliknya, tidak sedikit yang usianya relatif singkat namun menghasilkan karya besar dan berdampak luas.
“Betapa banyak umur yang panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Dan betapa banyak umur yang pendek masanya, tetapi banyak keberkahannya,” ujarnya sebagaimana ditayangkan Youtube NU Online, diakses Ahad (22/3/2026).
Baca Juga
Gus Mus Jelaskan Ciri-ciri Wali
Menurut Gus Mus, keberkahan umur berkaitan erat dengan pertolongan Allah atau “madad”. Tanpa dukungan tersebut, panjangnya usia tidak otomatis menghasilkan kebaikan yang berarti.
Ia mencontohkan sejumlah ulama besar, antara lain Imam Al-Ghazali, Imam Nawawi, dan Imam Syafi’i yang hidup tidak terlalu lama, tetapi meninggalkan karya monumental yang terus dipelajari hingga kini. Bahkan, Nabi Muhammad wafat pada usia 63 tahun, tetapi ajarannya memberikan pengaruh besar bagi umat manusia.
“Kadang umur 100 tahun, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan lamanya usia. Sebaliknya, ada yang umurnya pendek tetapi luar biasa hasilnya,” ungkapnya.
Gus Mus juga menyinggung tokoh bangsa, salah satunya KH Wahid Hasyim yang telah berkontribusi besar sebelum usia 40 tahun. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa keberkahan umur lebih penting daripada sekadar lamanya hidup.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orang yang diberkahi umurnya oleh Allah dapat meraih capaian besar dalam waktu singkat, bahkan hal-hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
“Barangsiapa yang diberkahi umurnya oleh Allah, maka dalam waktu yang sedikit ia akan memperoleh anugerah Allah yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata,” tuturnya.
Karena itu, Gus Mus mengingatkan agar umat Islam tidak hanya berdoa meminta umur panjang, tetapi juga memohon keberkahan dalam usia yang diberikan.
“Jangan hanya meminta umur panjang, tetapi mintalah umur yang berkah. Sebab kalau panjang tapi tidak berkah, hanya menunggu mati saja,” tegasnya.
Ia menambahkan, umur yang berkah adalah usia yang senantiasa melahirkan manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas. Banyak contoh pahlawan yang hidup singkat, tetapi memberikan pengaruh besar bagi lingkungannya.
Gus Mus pun mengajak umat Islam untuk lebih fokus pada kualitas hidup dan kontribusi nyata. Menurutnya, keberkahan umur membuat seseorang mampu mencapai hal-hal besar meski dalam waktu terbatas.
“Umur yang berkah adalah ketika dalam waktu yang singkat kita bisa mencapai lebih banyak daripada orang yang memiliki waktu sangat panjang,” tegasnya.