Jakarta, NU Online
Puasa merupakan salah satu ibadah utama yang sangat dianjurkan. Puasa tidak sekadar dilakukan guna menahan nafsu saja, tetapi utamanya adalah dalam rangka wujud ketaatan atas perintah dan anjuran Rasulullah saw.
Pada Bulan Februari 2026 ini, ada tiga puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim, yaitu puasa sunnah hari Senin dan Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Sya'ban.
Baca Juga
Lafal Niat Puasa Sunnah Hari Kamis
Puasa Senin-Kamis
Puasa pada hari Senin dan Kamis mempunyai sejumlah keutamaan. Ustadz Muhammad Abror dalam artikel berjudul Tata Cara Puasa Senin-Kamis: Niat, Waktu, dan Keutamaannya mengungkapkan berbagai macam keutamaannya itu sebagaimana dikutip NU Online pada Ahad (1/2/2026).
Puasa pada Hari Senin dapat dilaksanakan oleh umat muslim mulai Senin, 2 Februari 2026, sedangkan puasa Kamis dapat mulai dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026. Adapun keutamaan dari puasa di Hari Senin dan Kamis adalah sebagai berikut.
Puasa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah. Disampaikan oleh Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha, bahwasanya Nabi senantiasa puasa di hari Senin dan Kamis. “Nabi ﷺ selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
Hari di mana amal manusia akan disetorkan. Oleh sebab itu, menjalankan sunnah berpuasa pada Haru Senin dan Kamis menjadi suatu amal kebaikan jika amal seorang muslim dilaporkan dalam keadaan berpuasa. Rasulullah saw bersabda, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).
Pintu surga dibuka pada Hari Senin dan Kamis. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw. “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652).
Khusus Hari Senin, merupakan hari lahir sekaligus hari wafat Rasulullah saw. Saat ditanya alasan di balik berpuasa di hari tersebut, Nabi menjawab bahwa hari itu merupakan waktu kelahirannya dan saat kali pertama menerima wahyu.
Puasa ayyamul bidh
Selain puasa Senin dan Kamis, puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini juga memiliki sejumlah keutamaan.
Baca Juga
Lafal Niat Puasa Sunnah Hari Senin
Hal ini sebagaimana ditulis Ustadz Ahmad Muntaha dalam artikelnya berjudul Tata Cara Puasa Ayyamul Bidl: Hukum, Keutamaan, dan Niat yang dikutip NU Online.
Perlu diketahui, ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah.
Di bulan kedua ini, puasa tiga hari ini dapat dilaksanakan mulai Ahad hingga Selasa, 1-3 Februari 2026.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, puasa di ayyamul bidh dihukumi sunnah muakkad, sebuah amalan yang sangat dianjurkan. “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).
Puasa ayyamul bidh memiliki fadilah yang luar biasa, yakni seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Hal tersebut sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abudzar ra.
Disebutkannya, Nabi Muhammad saw. bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). Hal demikian sebagaimana termaktub dalam kitab I'anatut Thalibin.
Puasa Sya'ban
Ustadz Abror menjelaskan bahwa kesunnahan puasa Sya'ban ini disebut secara langsung dalam hadits yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw kerap berpuasa di bulan Sya'ban, meskipun terkadang juga tidak melakukannya.
Ustadz Abror menggarisbawahi, bahwa puasa Sya’ban haram dilakukan bila dimulai pada tanggal 16. Puasa Sya’ban harus dimulai sebelum tanggal tersebut, sejak tanggal 1 atau paling maksimal tanggal 15.
"Bila sampai tanggal 15 belum berpuasa, maka haram berpuasa pada tanggal 16 sampai akhir Sya’ban," demikian termaktub dalam artikelnya berjudul Tata Cara Puasa Syaban dan Keutamaannya.
Artinya, di bulan Januari, puasa Sya'ban dapat dilakukan mulai Selasa, 20 Januari 2026 sebagai awal bulan kedelapan Hijriah itu.
Jadwal puasa sunnah bulan Februari 2025
Dari penjabaran di atas, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa-puasa sunnah di sepanjang Bulan Februari 2026 ini dengan jadwal sebagai berikut:
- Ahad, 1 Februari 2026/13 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
- Senin, 2 Februari 2026/14 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh dan Senin
- Selasa, 3 Februari 2026/15 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
- Kamis, 5 Februari 2026/17 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 9 Februari 2026/21 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 12 Februari 2026/24 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 16 Februari 2026/28 Sya'ban 1447 - Puasa Sunnah Senin
Sebagai catatan, puasa bulan Sya'ban dapat dilakukan selain di jadwal yang termaktub di atas. Selain itu, puasa sunnah juga hanya sampai pertengahan Februari 2026 mengingat setelahnya sudah memasuki bulan Ramadhan 1447 H yang notabene puasa wajib dilaksanakan selama sebulan penuh.