Nasional

Kemenhaj Pastikan Pembayaran Dam Melalui Jalur Resmi Adhahi

Ahad, 3 Mei 2026 | 12:00 WIB

Kemenhaj Pastikan Pembayaran Dam Melalui Jalur Resmi Adhahi

Ilustrasi haji. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online

 

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan ketentuan pembayaran dam bagi jamaah haji 1447 H/2026 M asal Indonesia di Arab Saudi dilakukan melalui jalur resmi.

 

Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh Hasan Afandi menyampaikan bahwa pembayaran dam wajib dilakukan melalui Adhahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi.

 

“Jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar,” jelasnya sebagaimana disampaikan melalui rilis yang diterima NU Online pada Sabtu (2/5/2026).

 

Selain itu, jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas, tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih. Ia juga minta agar segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

 

“Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” pungkas Hasan.

 

Hasan juga menyampaikan bahwa proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dan terkoordinasi.

 

“Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jamaah,” ujar Hasan.

 

Jamaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 165 kloter dengan 64.129 jamaah dan 657 petugas. Sementara itu, jamaah yang telah tiba di Makkah sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jamaah dan 76 petugas.

 

Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan.

 

Dari sisi kesehatan, layanan terus diberikan secara menyeluruh. Tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke KKHI, dan 125 jemaah dirujuk ke RSAS. Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS.

 

Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah, yaitu Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda, sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang.

 

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hasan.