Ketua LD PBNU Tegaskan Dakwah Harus Berbasis Hikmah dan Ilmu
Senin, 2 Maret 2026 | 23:00 WIB
Dakwah Gen Z yang digelar LD PBNU di Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/3/2026). (Foto: istimewa)
Bogor, NU Online
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Abdulloh Syamsul Arifin menyampaikan bahwa basis utama mengenai dakwah harus dengan hikmah, bijak. Hal ini sebagaimana digariskan pada Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 125.
"Pesannya memerintahkan untuk mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (hikmah), pengajaran baik (mau'izhah hasanah), dan berdebat dengan cara yang lebih baik (jidal ahsan). Ini mengajarkan pendekatan lemah lembut, cerdas situasi, dan tidak memaksa," katanya di Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa kebutuhan Generasi Z dalam berdakwah adalah dengan ilmu. Saat ini, banyak ditemukan para dai dan pemengaruh (influencer) hadir di jagat digital hanya dengan modal keberanian, hiburan, dan mengejar populer semata. Namun, mereka mengabaikan aspek substansi akademis, yaitu ilmu.
"Maka para santri yang mempunyai basis tradisi keilmuan yang cukup harus mampu mengimbangi perubahan kondisi yang cepat ini dengan terus belajar dan berlatih,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir KH Aby Basyir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berpesan kepada para santrinya untuk terus giat dan semangat dalam mencari ilmu. Sebab, dengan ilmu dan berlatih menjadi dai, maka berharap ke depan ada santrinya yang bisa menjadi dai hebat.
Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU KH Nurul Badruttamam menyampaikan kiprah kolaborasi LD PBNU dengan perusahaan televisi nasional. LD PBNU telah menjadi mitra dengan diberikan kesempatan untuk menjadi navigator dalam penentuan tempat audisi dan sekaligus menjadi juri dan coaching.
"Dua tahun berjalan, LD PBNU menempatkan pondok pesantren sebagai basis audisi sehingga dapat dipastikan semua para peserta dai aksi Indosiar berasal dari pondok pesantren," katanya.
Ia juga mengajak para santri untuk menyiapkan diri dengan baik untuk audisi dai aksi indosiar tahun depan.
Dalam kesempatan itu, Pengurus LD PBNU KH Ahmad Rosyidin turut memberikan tips menjadi seorang dai masa kini harus mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri. Hal ini dapat menjadi magnet audiens dan daya ingat kepada dai, sehingga para audien yang melihat akan fokus pada kita sebagai dai.
Juri dan Coaching Aksi Dai Indosiar itu juga mengajak dua santri untuk maju ke depan dan praktik berdakwah dengan lisan secara langsung. Kemudian, mereka mendapatkan komentar oleh langsung dari KH Abdullah Syamsul Arifin yang sekaligus juga sebagai juri aksi dai indosiar.
Melalui program ini, LD PBNU berharap dakwah Islam Gen Z ke depan akan diisi oleh para santri yang dapat menghadirkan nilai-nilai keislaman yang damai, inklusif dan solutif untuk masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan ceria ini diikuti oleh para santriwan dan santriwati dari semua tingkatan Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir Bogor. Program Dakwah Gen Z ini berjalan perdana pada bulan Ramadhan sekaligus safari dan silaturrahim lembaga kepada pondok pesantren.
Acara ini sebegai bentuk dedikasi Lembaga Dakwah PBNU untuk meningkatkan wawasan dan skill kaum muda NU para calon dai-dai NU masa depan khususnya yang ada di pondok pesantren.