Ketua Umum PBNU Ajak Shalat Ghaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Senin, 6 April 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas menjaga perdamaian di Lebanon. Ia menegaskan, ketiga prajurit tersebut merupakan pahlawan bangsa yang menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Tiga prajurit yang gugur adalah pahlawan bangsa karena sedang menjalankan amanat UUD untuk menjaga ketertiban dunia,” ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya, Senin (6/4/2026).
Gus Yahya mengajak seluruh warga Nahdliyin dan pesantren untuk melaksanakan shalat ghaib. “Warga NU dan santri pondok pesantren diharapkan melaksanakan shalat ghaib,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengutuk serangan Israel terhadap negara berdaulat dan pasukan penjaga perdamaian. “Mengutuk Israel karena menyerang negara berdaulat dan UNIFIL yang berdampak pada meluasnya kekerasan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Jenazah ketiganya tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Insiden pertama menimpa Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon yang meninggal dunia setelah sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan, Ahad (29/3/2026).
Sehari berselang, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali mengonfirmasi jatuhnya korban dari prajurit TNI. Dua personel dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah dekat Bani Hayyan, yang juga berada di Lebanon selatan, Senin (30/3/2026).