Surabaya, NU Online
Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Anwar Manshur bersama jajaran syuriyah dan tanfidziyah menggelar rapat perdana. Rapat tersebut digelar sebelum kedatangan KH Ma’ruf Amin, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam agenda ziarah haji.
Setelah pertemuan tertutup yang berlangsung kurang lebih satu jam, KH Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jatim terpilih mengatakan struktur kepengurusan sudah terbentuk. “Bahkan Surat Keputusan dari PBNU sudah keluar,” katanya, Senin (3/9).
Kiai Marzuki mengatakan susunan kepengurusan PWNU Jatim masa khidmat 2018 hingga 2023 tidak jauh berubah dengan kepengurusan sebelumnya. “Susunan pengurus mungkin yang berubah hanya sekitar 30 persen. Sedangkan 70 persen tidak berubah, paling hanya reposisi,” katanya di Kantor PWNU Jatim.
Pengasuh Pesantren Sabilulrosyad Kota Malang ini menambahkan bahwa dalam susunan pengurus PWNU yang baru, para pengurus yang sepuh dinaikkan ke tingkat syuriyah. Sedangkan untuk pengurus yang memiliki kesibukan di luar NU ditempatkan di a’wan. “Seperti para rektor, bupati, hingga Ketua DPRD yang NU,” tuturnya.
Kiai Marzuki sadar akan perlunya regenerasi atau kaderisasi bagi pengurus potensial yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari gus, doktor, hingga ahli baca kitab. Dirinya berharap dengan adanya regenerasi dan kaderisasi ini, pengurus baru layak memimpin hingga ke PBNU.
“Mereka kita masukkan ke dalam kepengurusan. Siapa tahu satu atau dua periode berkhidmat, layak memimpin NU Jatim hingga PBNU,” ungkapnya. Dan usianya kisaran 40 tahun. Jadi, kalau berkhidmat di NU Jatim dua periode, usianya masih 50 tahun, sehingga nanti layak menjadi ketua berikutnya, lanjutnya.
Saat dikonfirmasi tentang pelantikan, Kiai Marzuki mengatakan menyesuaikan jadwal Rais ‘Aam. Pelantikan rencananya akan digelar pada 18 September. “Karena di hari itu, Kiai Ma’ruf Amin malamnya menghadiri haul Pondok Ploso Kediri,” pungkasnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)