Nasional

Kiai Miftah: Ada Kasih Sayang Allah di setiap Ujian Hidup Manusia

Ahad, 31 Mei 2026 | 13:00 WIB

Kiai Miftah: Ada Kasih Sayang Allah di setiap Ujian Hidup Manusia

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat ngaji Syarah Al-Hikam. (Foto: Multimedia KH Miftachul Akhyar)

Surabaya, NU Online 
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa manusia tidak akan lepas dari ujian atau cobaan selama hidup di dunia ini. Ujian bukan saja berupa sakit atau terjepit sulitnya ekonomi, tapi sehat dan kemudahan mencukupi kebutuhan hidup juga pasti terdapat ujian.


Ujian juga tak memilih kasta atau latar belakang manusia, mau dia orang miskin, kaya, atau kalangan elite yang serba kemewahan pasti diterpa dengan cobaan hidup.


Jangankan manusia biasa, nabi sekalipun, manusia pilihan tak lepas dari ujian, bahkan jauh lebih berat. Ada banyak kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an, salah satunya seperti Nabi Ibrahim yang diuji untuk menyembelih anaknya sendiri.


"Pembelajarannya kalau kita semua tidak diuji, enggak di-cobo bagaimana bisa menghadapi hal yang lebih besar lagi. Nah, jadi kita ini bisa jadi orang yang tahan bantingan kalau sering-sering diuji," katanya saat ngaji Syarah Al-Hikam dikutip dari YouTube Multimedia KH MIftachul Akhyar, Ahad (31/5/2026). 


Kiai Miftah, sapaannya, mengajak agar Muslim khususnya menyadari akan sunnatullah ini, bahwa dunia adalah tempat ujian. Dengan begitu, tidak menjadi manusia kagetan saat hidup mulai serba keterbatasan, semuanya tidak lagi berpihak, jauh dari perhatian sekelilingnya, dan lain sebagainya.


"Mari kita membiasakan diri bercengkerama, bersosialisasi dengan cobo-cobo saking (ujian-ujian dari) Gusti Allah," ajak pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini.


Ujain tidak datang tanpa maksud untuk manusia. Kiai Miftah menegaskan bahwa Allah menurunkannya bersamaan dengan kasih sayang, hikmah, dan anugerah yang sebenarnya jauh lebih besar. Tapi, sebagian kadang enggan mengambil hikmah.


Sementara bagi yang ridha akan ujian, menjadikannya sebagai kekuatan untuk meningkatkan beragam ibadah yang mengantarkannya kian dekat dengan Allah. "Jadi kalau kita paham di setiap cobaan itu ada lutfiah Allah, ada kasih sayang Allah, ada anugerah Allah," ungkapnya.


Kasih sayang Allah begitu besar diberikan kepada manusia di balik ujian yang diterimanya, bahkan tidak terhitung dari saking banyaknya, tinggal apakah manusia mau menjemputnya. "Memang kebanyakan lutfiah Allah, anugerah Allah itu baru kita temukan nanti," terangnya.


Kiai Miftah juga menegaskan, bahwa ujian adalah cara Allah menjadikan manusia sebagai makhluk istimewa yang dicintainya. Manusia diciptakan ke dunia sejatinya diproyeksikan untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak bila dia mampu melewati semua ujian yang diberikan.


"Sehingga betul-betul diberikan tempaan-tempaan, digembleng beneran kita ini," pungkasnya.