Korban Bencana Aceh-Sumatra Bertambah 1.071 Jiwa, Terbanyak di Kabupaten Agam
Jumat, 19 Desember 2025 | 20:00 WIB
Jakarta, NU Online
Korban meninggal bencana banjir Sumatra bertambah menjadi 1.072 jiwa berdasarkan rekapitulasi data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang diakses pada Jumat (19/12/2025) pukul 19.00 WIB.
Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam sebanyak 188 jiwa, posisi kedua di Kabupaten Aceh Utara dengan 169 jiwa, dan Kabupaten Aceh Tamiang di posisi ketiga dengan 132 jiwa.
Warga mengungsi terus bertambah menjadi 523,3 ribu orang, 186 orang masih pencarian, 7 ribu orang mengalami luka-luka dengan 52 kabupaten/kota terdampak.
Sementara rumah rusak berjumlah 147.236 unit dengan rincian 44.051 rusak berat, 29.809 rusak sedang, dan 73.376 rusak ringan.
Banjir Sumatra juga merusak infrastruktur, di antaranya 1,6 ribu unit fasilitas umum, 219 unit fasilitas kesehatan, 967 unit fasilitas pendidikan, 434 unit rumah ibadah, 290 unit gedung/kantor, dan 145 unit jembatan.
Pada provinsi Sumatra Barat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 247 jiwa dengan Kabupaten Agam menjadi yang tertinggi yaitu 188 jiwa. Korban yang hilang turun menjadi 84 orang, 382 orang masih luka-luka, dan sebanyak 4,3 ribu warga Agam terpaksa mengungsi.
Sementara di provinsi Sumatra Utara jumlah korban meninggal dunia menjadi 369 jiwa. Tapanuli Tengah menempati posisi teratas dengan 132 jiwa, posisi kedua di Tapanuli Selatan dengan 88 jiwa, dan Kota Sibolga dengan 54 jiwa. Warga yang masih dalam pencarian total 71 orang, 2,3 ribu orang luka-luka, serta 15 ribu warga Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih mengungsi.
Adapun di provinsi Aceh, total korban meninggal berjumlah 456 jiwa. Jumlah tertinggi dengan 169 korban jiwa terdapat di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang dengan 85 jiwa, dan Aceh Timur dengan 55 jiwa. Warga yang mengalami luka-luka sebanyak 4,3 ribu, 31 orang masih hilang, dan 504 ribu warga masih mengungsi.
============
Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut.