Nasional

Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya

Ahad, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB

Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya

Ilustrasi puasa Tarwiyah. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

 

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa tarwiyah pada setiap tanggal 8 Dzulhijjah. Di tahun 1447 H ini, puasa tarwiyah bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026. Hal ini mengingat isbat dari Pemerintah melalui Kementerian Agama dan ikhbar dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mengumumkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin (18/5/2025).

 

Anjuran tersebut dilandasi sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas dan Ibnu Najjar sebagaimana termaktub dalam kitab Jam'ul Jawami', "Puasa hari Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun..."

 

Hal tersebut sebagaimana ditulis Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan, Jawa Timur dalam artikelnya berjudul Khutbah Jumat: Anjuran dan keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah yang dikutip NU Online pada Ahad (24/5/2025).

 

Penjelasan yang sama juga ditulis Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir Syarh Jami’is Shaghir. Di dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa puasa pada hari Tarwiyah, yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah, dapat menghapus dosa selama setahun.

 

Sementara itu, Ustadz Muhamad Abror menjelaskan bahwa pahala puasa di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini dilipatgandakan. Ia menulis hal tersebut dalam artikel berjudul Puasa Dzulhijjah: Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya Dzulhijjah: Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya atas dasar hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi berikut. 

 

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

 

"Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan," tulisnya mengutip Mula al-Qari’ dalam Mirqâh al-Mafâtîh.

 

Lafal niat puasa Tarwiyah 

 

Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Tarwiyah dimulai pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar.

 

Adapun lafal niatnya sebagaimana berikut.

 

 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

 

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. 

 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.” 

 

Meskipun demikian, orang yang belum berniat pada malam hari tetap boleh melakukan puasa tarwiyah. Hal ini dengan syarat tetap pada niat siang harinya, yakni dari pagi hari hingga sebelum tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) dan ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. 

 

Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah ketika siang hari:

 

  نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

 

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”