Nasional

Massa Aksi Masuki Arena, Sidang Pleno IV Muktamar Ke-35 NU Terhenti

Ahad, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Massa Aksi Masuki Arena, Sidang Pleno IV Muktamar Ke-35 NU Terhenti

Massa aksi mencoba masuk ke arena sidang pleno Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). (Foto: NU Online/Haekal)

Jakarta, NU Online

 

Sejumlah massa aksi yang mengklaim sebagai pendukung dari Bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNI) KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) menduduki Halaman Ruangan Komisi Keorganisasian di Gedung Serba Guna (GSG) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Ahad (30/8/2028).

 

Dalam pantauan NU Online, massa aksi yang mencoba masuk ke dalam ruangan komisi organisasi itu menghasilkan bentrokan dengan panitia keamanan. Akibat gesekan yang tajam, massa aksi dan panitia pengamanan saling adu dorong. Seorang panitia keamanan mengaku kepada NU Online terkena kontak fisik saat pengamanan berlangsung.

 

Massa aksi merasa keputusan Pleno IV tidak memberikan rasa keadilan dan mendzalimi salah satu bakal calon ketua umum yang didukungnya, yakni Gus Yusuf.

 

"Lawan kita bukan panitia lokal. Lawan kita yang mengkapitalisasi kepentingan kekuasaan," tegas salah seorang orator.

 

"Jangan salah persepsi, ini untuk menyukseskan Muktamar. Berkah, berkah, berkah, alhamdulillah," sambungnya.

 

Akibat aksi tersebut, NU Online memantau bahwa Komisi Organisasi yang sedianya akan menggelar Sidang Pleno V dengan agenda Demisioner PBNU masa khidmah 2021-2026 dan pemilihan dan penetapan Ahlul Halli wal Aqdi terhenti sejenak.

 

Selain itu, Muktamirin yang di dalam ruangan terpaksa tidak bisa keluar sehingga memilih untuk masuk kembali demi alasan keamanan.

 

Sebelumnya, Massa Aksi bergerak setelah Sidang Pleno IV memutuskan pemberlakuan masa iddah selama satu tahun dari jabatan politik bagi calon rais aam dan ketua umum PBNU.   

 

Mewakili masyayikh, KH Muhibbul Aman Aly mengatakan penegakan aturan tersebut diperlukan demi tegaknya aturan organisasi.

 

Salah seorang orator kemudian meminta massa menerobos barisan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan pasukan pengamanan Panitia Lokal Muktamar. Massa juga menyanyikan Mars Banser untuk membangkitkan semangat menerobos barikade di jembatan sebelah barat Gedung GSG Tambakberas.   

 

“Izinkan ayah, izinkan ibu, izinkan kami pergi berjuang. Di bawah kibaran bendera NU, bangkitlah ayo maju serba-serbu,” kata orator. “Serbu!” teriaknya mengajak massa menerobos barikade. Meski demikian, petugas keamanan tetap melantunkan shalawat untuk meredam massa yang tengah tersulut emosi.

 

Sebagaimana diketahui, Gus Yusuf belum setahun menyelesaikan masa jabatannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Keterangan panitia lokal Muktamar Ke-35 NU 

 

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU Bidang Media dan Publikasi, Gus Amik Izzul Islam, mengatakan kericuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan diduga melibatkan sejumlah oknum yang bukan merupakan muktamirin.   

 

“Ketika tim kami turun ke lapangan, ada oknum-oknum yang menggunakan atribut salah satu bakal calon, Gus Yusuf. Tapi kaosnya dibalik,” katanya kepada NU Online.

 

Ia menjelaskan, kericuhan tersebut terjadi setelah pimpinan sidang bersama para masyayikh menetapkan tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.   

 

“Salah satu poin bahwa ketua umum itu harus iddah minimal satu tahun dari partai politik maupun jabatan-jabatan apa pun,” jelasnya.   

 

Selain itu, kata dia, terdapat oknum yang mengganggu jalannya forum dengan merusak instalasi kelistrikan di arena sidang pleno Muktamar.  

 

“Jadi ada yang sempat terbakar. Setelah itu keamanan berhasil memundurkan oknum-oknum yang membuat ricuh ini di sebelah barat tenda,” katanya.

 

Sampai saat ini, KH Yusuf Chudori, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, dan KH Hasib Wahab Hasbullah tengah berembug.