Nasional

Munas dan Konbes di Ploso Akan Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:30 WIB

Munas dan Konbes di Ploso Akan Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Munas dan Konbes NU 2026 di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. (Foto: NU Online/Fathoni)

Kediri, NU Online

Gelaran Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi, salah satunya memutuskan lokasi Muktamar ke-35 NU. Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode mendatang. 


"Insya Allah di Munas Konbes ini (Muktamar) itu akan diputuskan,” kata Ketua Steering Committee (SC) KH. Ahmad Said Asrori di Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).


KH Ahmad Said Asrori menambahkan, Pondok Pesantren Ploso dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Munas dan Konbes karena NU memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan tradisi pesantren.


“Kenapa Munas Konbes di Pondok Pesantren Ploso? Ya karena NU ini lahir dari pondok pesantren. NU dan pesantren itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang. NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren tidak bisa meninggalkan NU,” ujarnya.


Ia mengutip pernyataan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyebut pesantren sebagai “NU kecil”, sementara NU adalah “pesantren besar”.


“Sehingga kita sepakat Munas Konbes di pondok pesantren Ploso ini. Ponpes ini punya sejarah panjang menorehkan alumni di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.


Sementara itu, penutupan Munas dan Konbes akan digelar di Bangkalan, Madura. KH Ahmad Said Asrori menuturkan, pemilihan Bangkalan didasarkan pada nilai historis berdirinya Nahdlatul Ulama.


Ia menyebut peran besar Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Latif Al-Bangkalani yang memberikan isyarat kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).


“Kenapa di Bangkalan? Karena ada faktor sejarah. Mengingatkan kembali kepada kita dan anak-anak muda agar tidak terputus sejarahnya,” ujarnya.


Selain faktor sejarah, PBNU juga menekankan aspek spiritual dalam rangkaian kegiatan tersebut.


“Kita ingin di sana nanti istigosah, mujahadah, memohon langsung melalui tawasul kepada para ulama, para muasis NU ini,” katanya


Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan rangkaian agenda Munas dan Konbes dimulai dengan pembukaan pada Sabtu (20/6/2026) malam, dilanjutkan sidang pleno pertama.


“Besok pagi ada laporan capaian PBNU. Diawali dengan pengarahan Rais Aam dan Wakil Rais Aam. Setelah itu diteruskan komisi-komisi sampai malam,” jelasnya.


Ia menjelaskan terdapat enam komisi yang akan membahas berbagai agenda strategis organisasi hingga pleno terakhir pada Senin. Setelah pleno terakhir, peserta akan bergeser menuju Surabaya setelah ziarah ke makam para muassis NU di Jombang.


“Jika memungkinkan waktunya, para peserta akan ziarah ke muasis. Di makam muasis di Jombang. Setelah itu nanti bermalam di Surabaya, paginya menuju ke Bangkalan, ziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan,” katanya.


Penutupan Munas dan Konbes akan dilaksanakan di Institut Agama Islam Syaikhona Kholil Bangkalan. PBNU juga secara resmi mengundang Kepala Negara untuk hadir sekaligus menutup rangkaian kegiatan tersebut.


“PBNU secara resmi mengundang Bapak Presiden Prabowo untuk hadir dan sekaligus menutup rangkaian Munas dan Konbes,” ujar Gus Ipul.


Ia menambahkan, prosesi penutupan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, dan diperkirakan selesai sekitar pukul 16.00 WIB.


“Prosesinya mulai pagi, diawali dengan ziarah ke makam Syaikhona Khalil Bangkalan,” pungkasnya.