Pameran Nasirun di Galeri Nasional Hadirkan Jejak Tradisi dan Spiritualitas
Selasa, 15 September 2026 | 19:00 WIB
Jakarta, NU Online
Sejumlah karya Nasirun dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, dalam pameran bertajuk “Nasirun 1965–2026: Bersimpuh di Kaki Para Guru”. Pameran tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan Nasirun sebagai salah satu maestro seni rupa Indonesia sekaligus penghargaan kepada para guru dan perupa pendahulu yang memengaruhi perjalanan keseniannya.
Pameran berlangsung pada 13 September hingga 11 Oktober 2026. Galeri buka Selasa hingga Kamis pukul 10.00–18.00 WIB dan Jumat hingga Ahad pukul 10.00–20.00 WIB. Galeri tutup setiap Senin.
Karya-karya dari berbagai periode dalam pameran tersebut memperlihatkan bagaimana Nasirun mengolah tradisi dan pengalaman spiritual menjadi karya seni kontemporer.
Beberapa karya yang ditampilkan antara lain Persembahan untuk Bathara Guru (1999), Tahta untuk Petruk (2015), Realis yang Semurni-Murninya (2018), dan Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun (2023).
Karya-karya tersebut memperlihatkan perjalanan artistik Nasirun dalam mempertemukan tradisi, spiritualitas, dan refleksi kehidupan sosial. Bagi pengunjung, karya-karya tersebut juga menawarkan pengalaman yang tidak berhenti pada apa yang tampak secara visual.
Nuansa Sufistik
Gunawan (58), pengunjung asal Salatiga, mengatakan karya Nasirun memiliki nuansa sufistik yang kuat. Ia menilai Nasirun berani mengangkat sisi mistik dan religius Islam yang menurutnya jarang dieksplorasi oleh pelukis lain.
“Karyanya Mas Nasirun itu buat saya sufistik. Ada mistik, ada religius Islam. Dia mengungkap hal-hal yang tidak terlalu dieksplor pelukis lain,” kata Gunawan di Galeri Nasional, Selasa (15/9/2026).
Menurut Gunawan, karya Nasirun tidak selalu menyampaikan makna secara gamblang. Ada lapisan makna yang membuat penonton perlu mengamati dan merasakan karya tersebut lebih jauh.
“Kalau orang Jawa itu bilang wantah, ada sesuatu di balik itu. Lukisan itu kuatannya banyak sekali, jadi rasanya harus nonton,” ujarnya.
Gunawan berharap semakin banyak generasi muda, termasuk Gen Z, datang ke ruang-ruang seni seperti Galeri Nasional.
“Saya rasa sudah banyak Gen Z yang datang ke galeri, tapi mesti di-push lagi untuk datang ke galeri,” katanya.
Kesan serupa disampaikan Putri Ramdaniati, pengunjung yang baru pertama kali melihat karya Nasirun secara langsung. Ia mengaku terkesan dengan karya-karya yang dipamerkan.
“Salut, lebih kayak kok bisa sebagus ini. Dilihatnya juga kayak lebih adem. Nyaman,” kata Putri.
Bagi Putri, kunjungan ke pameran tersebut memberinya pengalaman melihat karya seni secara lebih dekat.
“Bagus banget karyanya, kok bisa orang membuat karya sebagus ini. Kalau aku baru pertama kali,” ujarnya.
Sementara itu, Septia Rahmah, pengunjung lainnya, mengatakan pameran tersebut membuatnya tertarik mengenal karya Nasirun lebih jauh. Ia berencana mencari tahu lebih banyak mengenai karya-karya sang pelukis.
“Mungkin akan cari tahu lebih dalam lagi, karyanya ada apa saja,” kata Septia.