Innalillahi, Seniman Nasirun Meninggal Dunia pada Usia 60 Tahun
NU Online · Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kabar duka datang dari dunia seni rupa Indonesia. Seniman asal Yogyakarta, Nasirun, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.58 WIB.
Informasi wafatnya Nasirun dengan cepat menyebar di berbagai komunitas seni, salah satunya melalui Lesbumi DIY. Saat ini, jenazah almarhum berada di Rumah Sakit Asri Medical Center (AMC), Yogyakarta.
Putri almarhum, Ima, mengatakan jenazah Nasirun akan dimakamkan pada Sabtu siang pukul 14.00 WIB di Pemakaman Seniman Bantul, Yogyakarta.
"Benar, ayah saya akan dimakamkan hari ini," kata Ima.
Nasirun lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 1965. Pada 1983, ia hijrah ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan seni dengan mengambil jurusan kriya.
Dalam wawancara program Menjadi Indonesia yang tayang pada Jumat (12/6/2026) di YouTube NU Online, Nasirun pernah menceritakan alasan memilih jurusan kriya. Menurutnya, keputusan tersebut dipengaruhi perkembangan batik kontemporer Indonesia yang dipelopori Bambang Kuntoro.
"Saya masuk Jogja, sebelumnya bukan seni yang memantik saya, melainkan salah satunya lahirnya batik kontemporer Indonesia oleh Bambang Kuntoro. Jadi pilihan saya berubah, saya mengambil kriya. Kriya bukan sebagai jurusan yang kurang kritis, melainkan menuntut ketekunan dalam berkarya," ungkapnya.
Bagi Nasirun, seni bukan sekadar medium ekspresi, tetapi juga dapat menjadi salah satu jalan membangun kepemimpinan bangsa. Ia memandang Presiden Soekarno memiliki nasionalisme yang kuat dan mampu menghadirkan gagasan besar di bidang seni melalui kolaborasi dengan para seniman.
"Soekarno memiliki sandaran nasionalisme yang menyentuh ranah seni karena mempunyai gagasan yang brilian. Lalu cara menerjemahkannya menggunakan orang-orang berbakat, yakni para seniman," tuturnya.
Kepergian Nasirun menjadi kehilangan bagi dunia seni rupa Indonesia. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai perupa yang konsisten menghadirkan karya-karya yang memadukan tradisi, spiritualitas, dan kritik sosial.
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
3
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
4
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
5
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
6
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
Terkini
Lihat Semua