Nasional

Pameran Perpustakaan PBNU Hadirkan Sejarah 1 Abad NU di Ekspo Muktamar Ke-35

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Pameran Perpustakaan PBNU Hadirkan Sejarah  1 Abad NU di Ekspo Muktamar Ke-35

Pameran Perpustakaan PBNU di arena Muktamar Ke-35 NU 26-31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur (Dok Perpustakaan PBNU)

Jombang, NU Online

Selama penyelenggaran Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Perpustakaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghadirkan pameran bertajuk Sejarah 1 Abad Nahdlatul Ulama dalam rangkaian Expo dan Bazar Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

 

Kepala Perpustakaan PBNU, H Syatiri Ahmad mengatakan pameran yang berada di bawah booth Lakpesdam PBNU tersebut menjadi salah satu ruang edukasi sejarah yang mengajak para peserta Muktamar dan masyarakat untuk mengenal perjalanan Nahdlatul Ulama sejak berdiri pada 1926 hingga memasuki usia satu abad pada 2026.

 

"Pameran ini menampilkan kaleidoskop dan kronik satu abad Nahdlatul Ulama, dilengkapi berbagai dokumentasi sejarah, mulai dari foto para tokoh Komite Hijaz dan pendiri NU, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dari masa ke masa, foto kegiatan NU, gedung-gedung bersejarah, hingga sejumlah dokumen historis Nahdlatul Ulama," terangnya pada Ahad (30/8/2026).

 

"Kehadiran dokumen-dokumen tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan sumber-sumber sejarah NU secara lebih dekat kepada generasi Nahdliyin." ungkapnya..

 

Selain pameran sejarah, booth ini juga menghadirkan Bazar Taswirul Afkar, jurnal Taswirul Afkar, serta berbagai buku ke-NU-an dan khazanah intelektual pesantren.

 

H Syatiri Ahmad menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan sejarah NU kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Menurutnya, perjalanan satu abad NU tidak cukup hanya dikenang melalui cerita, tetapi juga perlu dibaca melalui arsip, dokumen, foto, dan berbagai sumber sejarah yang menjadi bukti perjalanan jam’iyyah.

 

“Arsip dan dokumen NU bukan sekadar benda masa lalu. Di dalamnya terdapat rekam jejak perjuangan para ulama dan muassis yang penting untuk dipelajari oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” ujar H Syatiri Ahmad.

 

Ia menambahkan, Perpustakaan PBNU memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan memperkenalkan khazanah dokumentasi serta intelektual Nahdlatul Ulama.

 

“Merawat arsip berarti merawat ingatan kolektif NU. Dari arsip dan dokumen sejarah, kita dapat memahami bagaimana para ulama membangun NU, menjaga tradisi keilmuan, sekaligus memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” jelasnya.

 

Harapan
Melalui pameran ini, Perpustakaan PBNU berharap momentum Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah, merawat warisan, dan meneguhkan arah masa depan Nahdlatul Ulama.

 

Pameran ini djuga iharapkan dapat memberikan pengalaman sejarah yang lebih dekat dan menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda Nahdliyin.

 

“Harapannya, setelah melihat pameran ini, generasi muda tidak hanya mengetahui bahwa NU telah berusia satu abad, tetapi juga memahami proses panjang perjuangan para ulama, menghargai warisan sejarahnya, dan memiliki semangat untuk melanjutkan khidmah NU di masa depan,” tutur H. Syatiri.

 

Selain itu, ia juga berharap keberadaan pameran dapat mendorong semakin banyak pihak untuk ikut menyelamatkan, mendokumentasikan, dan menyerahkan arsip serta dokumen bersejarah NU agar dapat dirawat sebagai bagian dari memori kolektif jamiyah.

 

Pameran Sejarah 1 Abad Nahdlatul Ulama dan Bazar Taswirul Afkar berlangsung pada 26–31 Agustus 2026.