Nasional

Perundingan Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:30 WIB

Perundingan Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Paus Leo XIV. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyesalkan kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan.

 

Ia mengajak seluruh elemen bangsa dan umat beragama untuk bersama memperjuangkan dan mewujudkan perdamaian demi keselamatan umat manusia.

 

 

"Mengajak segenap umat semua agama untuk menggalang solidaritas dalam perjuangan bersama untuk keselamatan, kesentosaan dan kesejahteraan seluruh umat manusia," ujar KH Yahya Cholil Staquf pada Senin (13/4/2026).

 

Ia mengapresiasi Paus Leo XIV yang senantiasa menyerukan perdamaian dan dialog antarbangsa. "Mengapresiasi seruan Paus Leo XIV untuk dengan sabar memperjuangkan terwujudnya koeksistensi damai," katanya.

 

Oleh karena itu, Gus Yahya mendesak agar perundingan damai dapat dilanjutkan. Ia berharap Pakistan dapat meneruskan perannya dalam memediasi berbagai pihak dalam perundingan.

 

"Mengapresiasi peran Pakistan dan mengharap Pakistan melanjutkan upaya membawa pihak-pihak ke meja perundingan," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Gus Yahya juga meminta Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto untuk turut menggalang dukungan internasional dalam mewujudkan perdamaian di seluruh kawasan.

 

"Meminta Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo ikut menggalang desakan internasional bagi dihentikannya kekerasan, ditempuhnya jalan damai, dan konsolidasi internasional untuk mengatasi dampak perang berupa dukungan terhadap korban-korban, terutama korban sipil, dan penanganan atas dampak ekonomi yang meluas," katanya.

 

Ia juga menyerukan kesadaran bahwa dampak konflik dan perang menimpa semua orang, maka kepentingan absolut kita adalah menghentikan kekerasan sesegera mungkin.

 

"Untuk itu, harus diupayakan pembatasan pihak-pihak yang terlibat konflik dan tidak memperluasnya karena semakin luas pihak-pihak yang berkonflik, semakin sulit diselesaikan," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Gus Yahya mengisiasi gerakan penguatan ketahanan sosial dalam menghadapi gejolak global. Langkah awal itu dilakukan dengan menemui Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo pada Jumat (10/4/2026). Hal ini guna memperkuat kolaborasi lintas agama. 

 

"Ketum menyampaikan inisiasi yang beberapa hari ini sedang difokuskan oleh PBNU yaitu terkait dengan penguatan ketahanan sosial di tingkat akar rumput. Ketum menyampaikan bagaimana ketidakpastian global geopolitik itu pasti akan membawa banyak sekali dampak bahkan kepada Indonesia dari berbagai faktor," kata Alissa Wahid, Ketua PBNU.

 

Ia menyebutkan bahwa pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama konkret, khususnya dalam penguatan sosial ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

 

"Yang dibicarakan tadi adalah peluang-peluang kerjasama, kerjasama peningkatan sosial ekonomi, kerjasama di tingkat akar rumputnya sehingga dari kerjasama ini harapannya warga itu bisa menjadi lebih tangguh menghadapi bencana, menghadapi tantangan dan dinamika apapun begitu," pungkasnya.