Lebaran Betawi 2026 Jadi Ajang Silaturahim dan Pelestarian Budaya
NU Online Ā· Senin, 13 April 2026 | 10:00 WIB
Jakarta, NU Online
Sebanyak 20 ribu lebih warga menghadiri Lebaran Betawi yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (12/4/2026).
Selain sebagai ajang silaturahim masyarakat, acara ini juga menjadi momen untuk pelestarian budaya dan kesenian Betawi.
Lebaran Betawi 2026 dimeriahkan dengan beragam kesenian, permainan tradisional, hingga karnaval budaya khas Betawi.
Baca Juga
Keteladanan Guru Betawi
Sementara para pengunjung yang memadati Lapangan Banteng untuk memeriahkan Lebaran Betawi 2026 ini berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Wakil Sekretaris Jenderal Badan Musyawarah Betawi (Bamus) Rendra Yuniardi menjelaskan, konsep yang diusung dalam Lebaran Betawi tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni sebagai festival budaya Betawi dan ruang silaturahim masyarakat.
āDari mulai kesenian, permainan tradisional, cerita rakyat, karnaval, band hingga seniman semua tampil, baik itu lenong maupun tanjidor,ā ujarnya.
Ia menerangkan bahwa Lebaran Betawi pertama kali digagas pada tahun 2008 oleh Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi 2008-2012 almarhum H Amarullah Asbah, kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga masih terselenggara tiap tahun sampai sekarang.
Baca Juga
Hubungan Baik Gus Dur dan Kiai Betawi
Rendra menjelaskan, perayaan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
āPada pembukaan, hadir Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, tokoh masyarakat, hingga alim ulama Betawi,ā ujarnya.
Ia menyebut bahwa persiapan acara dilakukan selama kurang lebih dua bulan melalui bantuan dengan sejumlah dinas terkait.
āTargetnya masyarakat Betawi guyub rukun, makin bersatu dan bermartabat. Jadikan Bamus Betawi sebagai perkumpulan dari organisasi masyarakat (ormas) Betawi yang ada di Jabodetabek,ā katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa acara tersebut menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat dalam naungan Bamus dan Majelis Kaum Betawi. Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat persatuan sekaligus menjalin persaudaraan antarsesama warga Betawi dan masyarakat umum.
Rendra menilai, penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 hampir tak ada kendala meskipun acara berlangsung selama tiga hari dengan jumlah pengunjung yang kian ramai. Menurutnya, penyelenggara sudah berpengalaman menggelar acara serupa tiap tahun.

ā
Sementara itu, salah satu pengunjung, Mundari menilai bahwa Lebaran Betawi memiliki kesan berbeda dibanding acara budaya lain karena menghadirkan ciri khas Betawi, sekaligus tetap terbuka pada hal beragam di wilayah Jakarta.
Menurutnya, warisan budaya ini dapat menyatukan berbagai unsur masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya lain.
āTidak mengurangi hal-hal lain dan rasa hormat sebagai warga Betawi tentunya adalah kebersamaan dan keseluruhan. Jadi ada beberapa ikon-ikon yang menyatu di dalam kebudayaan Betawi itu sendiri,ā paparnya.
Ia berharap, perayaan Lebaran Betawi berikutnya dapat melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat mulai dari warga, sekolah, hingga organisasi.
Kontributor: Nisfatul Laila
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua