Nasional

Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta

Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama sebagai penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan RI. (Foto: NU Online/Fathur)

Jakarta, NU Online

Ratusan ribu warga memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026) malam untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama sebagai penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.


Pihak keamanan memperkirakan sekitar 100.000 orang menghadiri kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 21.30 WIB tersebut.


Berdasarkan pantauan NU Online di lokasi, mayoritas peserta berasal dari luar Jakarta, terutama dari berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


Mereka datang secara berombongan bersama keluarga, tetangga, maupun kelompok majelis taklim untuk mengikuti rangkaian zikir, doa, dan selawat kebangsaan.


Salah seorang peserta, Rizal (36), warga Pandeglang, Banten, mengaku sengaja datang bersama rombongan majelis taklimnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.


"Saya memang sengaja datang bersama rombongan majelis taklim untuk ikut zikir dan doa bersama menyambut Bulan Kemerdekaan," ujarnya kepada NU Online.


Hal senada disampaikan Rahma (45), warga Cikarang, Jawa Barat. Ia datang bersama anak dan sejumlah tetangganya setelah mendapat informasi dari sang adik.


"Saya ke sini dikasih tahu adik. Dia ngajak saya, terus saya iyakan saja karena jarang ada acara seperti ini di Monas," tuturnya.


Selain didominasi umat Islam, kegiatan ini juga dihadiri masyarakat dari berbagai agama. Suasana toleransi tampak ketika peserta nonmuslim menghormati umat Islam yang menunaikan shalat Magrib berjamaah.


Acara ini memang dirancang sebagai kegiatan lintas agama. Doa bersama dipimpin oleh tokoh-tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.


Rangkaian kegiatan meliputi zikir bersama, khataman Al-Qur'an, shalat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.


Untuk menunjang kenyamanan peserta, panitia juga menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ratusan toilet serta ribuan keran wudu bagi jamaah yang datang dari berbagai daerah.