Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti saat meresmikan sekolah di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). (Foto: Kemendikdasmen)
Majalengka, NU Online
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/1). Peresmian dilaksanakan di dua lokasi, yakni di komplek Yayasan Al Mizan dan SMP Negeri 1 Jatiwangi.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Mu'ti meresmikan total 59 satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka yang telah menyelesaikan program revitalisasi. Peresmian pertama berlangsung di Yayasan Al Mizan untuk TK Al Mizan dan SMK Al Ma’arif. Selanjutnya, peresmian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jatiwangi untuk 57 satuan pendidikan lainnya yang terdiri atas 1 PAUD, 25 SD, 21 SMP, 2 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB.
Dalam pidatonya di SMP Negeri 1 Jatiwangi, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya menyeluruh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Program revitalisasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari paket kebijakan yang kami kaitkan dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan karakter melalui pembelajaran mendalam dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegas Menteri Mu’ti.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan mendukung perkembangan peserta didik. “Sekolah harus menjadi ruang yang memuliakan anak, tempat mereka belajar dengan gembira, aman, dan didukung oleh lingkungan sosial yang positif,” ujarnya.
Saat membuka peresmian di Yayasan Al Mizan, Menteri Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung satuan pendidikan negeri dan swasta.
“Pada tahun 2025, kami mengalokasikan 23 persen program revitalisasi untuk sekolah swasta. Kami memandang sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa 77 persen alokasi revitalisasi diperuntukkan bagi sekolah negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah agar seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat berkembang secara merata.
“Yang kualitasnya sudah baik kita pertahankan, yang masih tertinggal kita angkat, sehingga semuanya dapat maju bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramadhan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program revitalisasi yang dinilai berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menjelaskan bahwa metode swakelola mendorong partisipasi aktif masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan layanan pendidikan, penguatan karakter sosial, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dampak program ini tercermin dalam data BPS Kabupaten Majalengka, antara lain peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, kenaikan rata-rata lama sekolah, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9 persen pada 2025, tertinggi di wilayah III Cirebon,” lapor Wabup Dena.
Temuan tersebut sejalan dengan kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang menyebutkan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, di mana setiap kenaikan 1 persen alokasi dana revitalisasi sekolah berkorelasi dengan peningkatan PDRB provinsi sebesar 0,527 persen melalui perputaran ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan aktivitas usaha di sekitar sekolah penerima program.
Pelaksana Tugas Kepala TK Al Mizan Ela Ariesta menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah memiliki keterbatasan ruang dan fasilitas pendukung. Setelah revitalisasi, TK Al Mizan kini memiliki ruang UKS, toilet baru, serta alat permainan dalam dan luar ruangan yang menunjang kenyamanan belajar anak usia dini.
“Alhamdulillah, setelah revitalisasi fasilitas sekolah menjadi lebih baik dan anak-anak semakin semangat datang ke sekolah,” ungkap Ela.
Sementara itu, SMK Al Ma’arif menerima bantuan revitalisasi berupa pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Laboratorium IPA/S. Kepala SMK Al Ma’arif, Joharul Aripin, menjelaskan bahwa fasilitas baru tersebut memungkinkan pembelajaran praktik berlangsung lebih optimal dan sesuai standar.
“Dengan ruang praktik yang lebih representatif, proses belajar menjadi lebih nyaman dan fokus siswa meningkat,” ujarnya.
Hal tersebut turut dirasakan oleh Daman, siswa kelas XI jurusan TSM, yang mengaku lebih bersemangat belajar dengan ruang praktik yang lebih luas dan tertata.
Bertempat di SMP Negeri 1 Jatiwangi, para perwakilan dari 57 satuan pendidikan yang telah menyelesaikan revitalisasi mengikuti rangkaian peresmian. Sebelum kegiatan peresmian, dilaksanakan sosialisasi persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP oleh Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).
Dalam sosialisasi tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan TKA tetap dapat dilakukan meskipun terdapat keterbatasan sarana melalui pengaturan teknis dan pemanfaatan perangkat secara terbatas. Keikutsertaan TKA dinilai penting karena hasilnya terintegrasi dengan data asesmen nasional dan rapor pendidikan, yang menjadi salah satu rujukan jalur prestasi peserta didik serta proses akreditasi satuan pendidikan.