Ribuan Paket Daging Kurban Disalurkan NU Care-LAZISNU bagi Warga Jabodetabek
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:00 WIB
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan 2.128 paket daging kurban kepada masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). pada Idul Adha tahun ini. Penyaluran tersebut menyasar kaum dhuafa, masyarakat sekitar, pengurus masjid dan majelis taklim, hingga pesantren.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengatakan daging kurban yang dipotong di Rumah Penyembelihan Hewan Darma Jaya, Jakarta pada Kamis (28/5/2026) didistribusikan kepada berbagai komunitas yang telah mengajukan permohonan kepada LAZISNU.
“Daging yang kita potong sekarang akan ditasarufkan, didistribusikan ke mereka-mereka, masyarakat sekitar kantor LAZISNU, pengurus masjid, majelis taklim, di pesantren,” ujar Riri.
“Kami juga membagi daging ini masyarakat di sekitar kantor PBNU. Kita tahu ya di sekitar kantor PBNU itu terutama di belakang dekat sungai setiap tahun kami pasti memberikan daging ini untuk mereka,” lanjutnya.
Ia menyampaikan bahwa daging kurban tersebut berasal dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing yang berasal dari BPKH, perusahaan, hingga pemerintah.
Selain itu, Riri mengatakan bahwa LAZISNU bersama BPKH tahun ini juga menyalurkan hewan kurban ke 14 provinsi dan 39 kota/kabupaten. Adapun daerah penerima antara lain Jakarta, Maluku Tengah, Ternate, Manokwari, Sorong, Jombang, Kota Pariaman, Cirebon, Agam, hingga Sukabumi.
Salah satu penerima manfaat, Sukmajaya, pengemudi ojek online sekaligus pengurus Musala Ar-Razaq, Matraman, Jakarta Pusat, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan daging kurban dari LAZISNU.
“Alhamdulillah, kaget, ya bersyukur, (mendapatkan daging kurban LAZISNU) perdana ini. Saya juga mengajukan H-3 Lebaran, saya nunggu kemarin apa jawabannya belum ada, ternyata hari ini baru dijawab,” katanya.
Ia berencana membagikan 10 paket daging kurban kepada warga sekitar, khususnya mustahik, fakir miskin, dan warga sakit yang membutuhkan.
“Nanti saya bagikan ke warga-warga terdekat. Terutama mustahik, di sana ada orang-orang yang sakit, fakir miskin. Kondisi saat ini orang membutuhkan, benar-benar makan daging itu jarang,” ujarnya sambil menahan isak tangis.
Menurutnya, mayoritas masyarakat di sekitar musala berasal dari kalangan menengah ke bawah, bahkan banyak warga lanjut usia dan keluarga dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
“Tapi ada benar-benar orang lagi sakit. Ada yang bapaknya stroke, anaknya juga kurang sehat. Salah satu ada yang manula juga ada, banyakan tempat saya tuh memang orang tua. Mudah-mudahan daging ini bermanfaat. Terima kasih LAZISNU,” tuturnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua DKM Masjid Jami Almakmur, Sahlani. Ia mengaku baru pertama kali menerima bantuan daging kurban dari LAZISNU.
“Kalau menerima dari LAZISNU, baru pertama kali ini. Makanya tadi begitu ada telepon, katanya, ‘Mengambil ini (dagig kurban) di kantor LAZISNU,’ katanya,” ujar Sahlani.
Ia mengapresiasi kepedulian LAZISNU terhadap masjid-masjid di sekitar lingkungan PBNU, termasuk Masjid Jami Cikini Al-Ma’mur di Jalan Raden Saleh.
“Dari LAZISNU ini saya banyak berterima kasih atas nama Masjid Jami Cikini Al-Ma'mur, Raden Saleh, kepeduliannya terhadap masjid jami. Karena kita juga bertetangga, jadi enggak jauh,” katanya.
Sahlani mengatakan daging kurban tersebut akan diprioritaskan bagi para marbot masjid yang selama ini mengabdikan diri menjaga kebersihan dan perawatan masjid.
“Kalau ini dagingnya nanti saya akan membagikan ke kepengurusan. Utamanya marbotnya dulu. Dia yang selalu membersihkan masjid, dan kamar mandi dan lain-lainnya itu,” ujarnya.
Ia pun berharap program penyaluran daging kurban seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama para marbot yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Saya berterima kasih atas kepedulian kurban ini kepada yang sangat membutuhkan. Itu sangat diharapkan sekali, terutama kepada marbot-marbot. Karena beliau-beliau itu enggak punya pekerjaan yang tetap, jadi hanya sebatas membersihkan masjid saja, sama memelihara masjid,” ujarnya.