Bayu Eko Prasetyo, salah satu tim Siga yang menjaga kotak AHWA di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Ahad (30/8/2026) siang. (NUO: Suwitno)
Jombang, NU Online
Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) menjaga kotak AHWA Muktamar Ke-35 NU yang berlokasi di Ribath Al-Muhajirin 1, Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Ahad (30/8/2026) siang. Kotak tersebut akan digunakan untuk menampung usulan nama-nama kiai yang masuk anggota AHWA.
Satuan pengamanan yang berasal dari santri dan mayoritas pendekar Pagar Nusa itu sigap menjaga kotak yang berada di seberang Masjid Jami' Bahrul Ulum.
Ditemui di lokasi, salah satu tim Sigap Bayu Eko Prasetyo menuturkan, ia diperintah langsung oleh ketua panitia lokal KH Abdurrazaq Sholeh (Gus Rozaq) untuk menjaga kotak yang akan diisi oleh rekomendasi nama-nama AHWA dari pengurus Cabang dan Wilayah.
"Intinya kita siap mengemban amanat, apapun itu sampai kapanpun dari dari Mbah Kiai Rozaq Sholeh," ujarnya saat ditemui NU Online, Ahad (29/8/2026) siang.
Ia mengatakan telah menjaga kotak tersebut sejak dibukanya registrasi pada tanggal 27 Agustus 2026 lalu hingga hari ini. Jadwal penjagaan dibagi menjadi dua shift per 16 orang.
Ia pun memastikan, tim yang berjaga dapat menjalankan tugasnya secara tanggung jawab. Pasalnya, ia meyakini tindakan tersebut bisa mengantarkan kepada rasa bahagia dan mendatangkan keberkahan.
"Tugas kami mengamankan agar tidak ada orang yang masuk atau bahkan menyentuh kaca pun tidak boleh. Kalau untuk mendokumentasikan, memfoto, enggak masalah," tegas Bayu.
Ia mengungkapkan bahwa rencana pemindahkan kotak suara ke lokasi sidang pleno di Gedung Serbaguna (GSG) menunggu instruksi langsung dari Gus Rozaq. Adalah pantangan baginya untuk mengambil kebijakan tanpa ada arahan yang ia terima.
Pasalnya, hal ini ia yakini sebagai tindakan yang dapat membuka pintu keberkahan dan kebahagiaan. "perasaannya tetap gembira-gembira, berkah-berkah. Alhamdulillah," harap Bayu dengan senyum tipis.
Diketahui, ruangan yang digunakan untuk meletakkan kotak AHWA ada 5 tanda tangan yang tertempel di kaca ruangan. Disinyalir tanda tangan ini berasal dari sejumlah kiai sepuh. Hal ini dikemukakan sebagai ikhtiar menjaga keamanan kotak tersebut.
Sebelum pengamanan dan pemberangkatan kotak AHWA dimulai, personel Sigap membukanya dengan bersama membaca al-Fatihah dipimpin Bayu.