Jakarta, NU Online
Subuh sudah ditunaikan. Hari masih sedikit gelap di bilangan Syisyah, Makkah Al-Mukarramah pada Jumat (22/5/2026). Namun, puluhan penghuni hotel sudah berada di atap terbuka (rooftop), tempat mereka menjemur pakaian.
Kehadiran mereka sepagi itu bukan dalam tujuan menjemur pakaian yang sudah dicucinya, melainkan untuk mengikuti senam. Sebelumnya, woro-woro disampaikan melalui pengeras suara hotel yang terdengar di setiap lantai.
"Ada halo-halo dari speaker yang terdengar di tiap lantai, ajakan untuk mengikuti senam di rooftop," kata Nur S. Nisa, jamaah asal Brebes kepada NU Online, Jumat (22/5/2026).
Sejumlah jamaah menginisiasi program ini demi kebugaran tubuh. Tua-muda, lelaki-perempuan, semuanya menyatu pagi itu, menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti gerakan instruktur.
Gerak tubuh ini penting untuk menjaga kebugaran, stamina, dan energi jamaah haji sebagai persiapan fisik mereka dalam menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selama beberapa hari ke depan.
Ia juga menyebut bahwa inisiasi itu lahir dari dorongan petugas untuk menjaga kebugaran. Pun imbauan agar mengurangi aktivitas di Masjidil Haram demi menghemat stamina tubuh untuk Armuzna.
Pada awalny, senam pagi itu inisiasi tanpa persiapan yang matang. Terkadang, gerakannya tidak sesuai mengingat pemandunya bukan profesional. Bahkan, musik yang diputar dari Youtube pernah terhenti gegara sinyal yang tidak stabil, iklan, hingga kehabisan kuota internet.
"Yang penting gerak. Yang penting happy-happy (senang) aja," katanya.
Namun, terkadang pemandu yang hadir merupakan seorang profesional, yaitu instruktur aerobik yang juga merupakan jamaah haji asal Indonesia. "Ada sempat instruktur aerobik yang ambil alih. Jamaah semakin semangat," katanya.
Nisa, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa ia dan banyak jamaah lainnya tengah mengalami sakit. Senam pagi dan terkena sinar matahari menjadi penting. "Banyak yang sakit juga biar berjemur sekalian. Dapat udara," ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa terkadang, usai senam pagi, mereka juga menikmati sarapan bersama di tempat tersebut.
Selain senam pagi, sejumlah jamaah lain juga mengikuti jalan kaki bersama dalam rangka menjaga kebugaran fisik.
"Kita rutenya ke Mina. Jalan sehat sembari lihat survey Jamarat di sana," ujarnya.