Sikapi Konflik Timur Tengah, Kemenag Dorong Peran Akademik dan Pesan Perdamaian
Kamis, 12 Maret 2026 | 08:30 WIB
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag RI Thobib Al Asyhar dalam acara bincang santai dan buka puasa bersama media di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: NU Online/Saiful Amar)
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan sikap kehati-hatian dalam merespons dinamika konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Israel dan Iran.
Kemenag menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyerap informasi agar tidak memicu polarisasi di masyarakat. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag RI Thobib Al Asyhar menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus memantau situasi tersebut dengan saksama.
“Terkait konflik Israel-Iran, Kemenag sedang membaca situasi dengan sangat hati-hati. Kita harus bijak dalam mendengar dan menyikapi hal ini agar tidak menimbulkan kegaduhan,” ujar Thobib dalam acara bincang santai dan buka puasa bersama media di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Sebagai langkah konkret dalam mengupayakan perdamaian dunia, Kemenag tidak hanya mengandalkan jalur diplomasi politik, tetapi juga memperkuat jalur akademik. Salah satunya melalui kontribusi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Thobib mengungkapkan bahwa Kemenag telah menggelar seminar internasional yang dilaksanakan secara serentak di empat Universitas Islam Negeri (UIN). Agenda ini bertujuan untuk merumuskan pemikiran dan kontribusi nyata dari dunia akademik terhadap perdamaian global.
“Kita ingin mendorong wacana perdamaian melalui dunia akademik. Kita sudah menggelar seminar internasional di empat UIN yang secara khusus membahas bagaimana perguruan tinggi keagamaan bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia,” jelasnya.
Menurutnya, dunia akademik memiliki peran strategis untuk memberikan perspektif yang lebih dingin dan berbasis riset di tengah panasnya eskalasi konflik global. Melalui seminar ini, diharapkan lahir rekomendasi-rekomendasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten menyuarakan perdamaian berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan yang moderat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk menunjukkan bahwa institusi pendidikan di bawah naungannya memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam mencari solusi atas tantangan kemanusiaan di tingkat internasional.
Dengan pendekatan yang bijak dan berbasis ilmu pengetahuan, Kemenag berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait konflik di Timur Tengah.