Tersedia Bus Modifikasi untuk Jamaah Haji Berkebutuhan Khusus
Selasa, 28 April 2026 | 12:00 WIB
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman di Kantor Daker Makkah Ahad malam (26/04/2026) (Foto: MCH 2026)
Makkah, NU Online
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan layanan transportasi untuk jamaah berkebutuhan khusus selama berada di Tanah Suci Makkah. Layanan tersebut adalah puluhan armada bus modifikasi khusus bagi jamaah pengguna kursi roda saat menuju Masjidil Haram.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman mengatakan, bus tersebut berteknologi suspensi bodi rendah yang memudahkan pengguna untuk menaikinya. Bus tersebut disebar secara proporsional ke berbagai halte sektor di Makkah.
"Jamaah bisa masuk bus tanpa perlu diangkat," katanya di Kantor Daker Makkah, Ahad (26/4/2026) malam.
Dia menyebut ada 52 armada bus seperti itu dengan kapasitas maksimal 18 orang. Pembatasan tersebut demi memberikan ruang bermanuver yang lega bagi kursi roda di dalam kabin.
"Kita sediakan city bus khusus lansia yang jumlahnya mencapai 52 unit tahun ini dan stand by di seluruh rute," katanya.
Pengoperasian armada khusus ini tidak menggunakan skema jadwal putaran seperti bus Shalawat reguler, melainkan difokuskan menggunakan sistem permintaan dari petugas halte (by request) saat terjadi eskalasi pergerakan kelompok berkebutuhan khusus.
"Lebih banyak request; karena kalau berdasarkan schedule mereka kurang efektif; karena kapasitas maksimal hanya 18 orang termasuk kursi rodanya," jelas Syarif.
Sistem request ini, menurutnya, terbukti ampuh digunakan terutama pada saat fase pelaksanaan umrah wajib sesaat setelah jamaah tiba di Makkah. Petugas terminal akan mengoordinasikan pengiriman bus khusus ini langsung ke depan pintu masuk hotel rombongan.
Langkah taktis ini diklaim mampu mengurangi kemacetan operasional di jalan raya karena armada hanya beranjak saat kuota di satu titik sektor sudah terpenuhi. Kebijakan ini sekaligus menekan antrean jamaah berkebutuhan khusus yang kerap kalah berebut dengan jamaah reguler.
Lebih lanjut ia menyebut transportasi jenis itu sejalan dengan tema besar pelayanan haji tahun ini, ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada satu pun jamaah berkebutuhan khusus yang telantar di penginapan karena ketiadaan akses transportasi.