Transportasi Jamaah Haji Indonesia di Makkah: Bus Shalawat dan Hidrolik
Senin, 27 April 2026 | 19:00 WIB
Makkah, NU Online
Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengoperasikan layanan Bus Shalawat 24 jam penuh untuk mobilitas jamaah haji di Kota Suci Makkah. Kebijakan ini mencakup seluruh area akomodasi, termasuk penginapan yang berjarak kurang dari dua kilometer dari Masjidil Haram.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin kesetaraan kenyamanan seluruh jamaah Indonesia.
"Sesuai ketentuan Arab Saudi, kewajiban transportasi hanya untuk jarak di atas 2.000 meter. Namun, pemerintah Indonesia memberikan kebijakan seluruh akomodasi diberikan layanan transportasi tanpa terkecuali," ujarnya di Makkah, Ahad malam waktu Arab Saudi (26/4/2026).
Syarif menjelaskan, di musim haji tahun ini, pemerintah mempersiapkan sebanyak 452 unit bus kota dari enam syarikah (perusahaan). Bus kota tersebut dikerahkan untuk melayani 21 rute di lima wilayah pemukiman utama, yaitu Misfalah, Syisyah, Aziziyah, Raudhah, dan Jarwal.
”Seluruh armada dipastikan layak jalan dengan usia kendaraan maksimal lima tahun,” tegasnya.
Salah satu inovasi unggulan, katanya, adalah penyediaan 52 unit bus khusus disabilitas yang dilengkapi teknologi suspensi hidrolik. Keistimewaan bus ini terletak pada kemampuannya merendahkan bodi hingga sejajar dengan trotoar, memudahkan pengguna kursi roda masuk tanpa harus diangkat secara manual.
Menurut dia, armada khusus lansia dan disabilitas ini, berbeda dengan bus regular yang berputar secara jadwal rutin, melainkan dioperasikan dengan sistem berdasarkan permintaan (by request).
"Petugas di lapangan akan melakukan jemput bola melalui panggilan radio komunikasi jika ada eskalasi pergerakan kelompok rentan di satu titik sektor," jelas Syarif.
Dia menambahkan, untuk memastikan jamaah tidak tersesat di tengah padatnya arus lalu lintas Makkah, PPIH membekali setiap jamaah dengan Kartu Rute. Kartu ini berisi kode nomor dan warna yang identik dengan stiker besar di kaca depan bus. Jamaah hanya perlu mencocokkan warna kartu di dada dengan warna bus yang menuju tiga terminal Utama, yakni Jiad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Dia juga menegaskan pemerintah mengeluarkan instruksi tegas terkait integritas pelayanan. Jamaah dan keluarga di tanah air diminta untuk menghentikan tradisi memberi uang tip atau sedekah jalanan kepada para sopir bus.
"Seluruh layanan ini gratis dan ongkos sopir sudah dibayar lunas oleh negara melalui kontrak resmi. Kami melarang pemberian tip untuk menghindari standar ganda pelayanan dan mencegah sopir menjadi malas jika tidak diberi uang tambahan," tegas Syarif Rahman.
Untuk memitigasi kelelahan jamaah akibat terik matahari, PPIH menerapkan strategi penempatan armada di kantong-kantong parkir dekat hotel. Dengan sistem koordinasi radio petugas halte, waktu tunggu jamaah dipangkas menjadi maksimal 15 menit. Pada jam sibuk menjelang waktu salat fardhu, separuh kekuatan armada langsung didorong ke titik-titik halte terpadat untuk menjamin distribusi penumpang yang adil dan merata.