Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 Try Sutrisno mengingatkan bahwa bangsa Indonesia mengemban dua amanat. pada acara Peluncuran Said Aqil Siroj (SAS) Institute di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (1/8).
"Sebagai bangsa, Indonesia menerima dua amanat," katanya.
Pertama amanat Tuhan. Amanat tersebut tertera pada pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni 'Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa'. Para pendiri bangsa mengingatkan bahwa keberhasilan bangsa Indonesia mengusir penjajah tidak lepas dari campur tangan Tuhan sekaligus agar tidak sombong.
"Jadi, bangsa Indonesia bukan takabbur. Ia berani berjuang, tetapi tetap ada ayat berkat rahmat Allah. Ini artinya amanat ini kita terima dari atas (Tuhan). Kalau tidak ada berkat rahmat Allah, tidak mungkin kita menang atau mengusir penjajah," jelasnya.
Adapun amanat kedua dari para pahlawan kemerdekaan. Menurutnya, semangat juang dalam mengusir penjajah tidak perlu diragukan karena para pahlawan telah rela mempertaruhkan nyawanya. Hal itu sebagaimana semboyan yang diusung: merdeka atau mati.
"Ini amanat dari para pahlawan yang gugur," jelasnya.
Ia pun mengajak hadirin untuk membahagiakan para pahlawan dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta mengembangkan kekayaan alam dan sumber daya manusia agar Indonesia menjadi negara maju.
"Di akhirat, mereka (para pahlawan) tidak rela kalau melihat bangsa Indonesia bingung, larut dalam alur yang tidak karu-karuan. Mestinya sebagai bangsa yang besar mampu berdiri tegak, menilai subjektif tentang perjalanan bangsa dan negara ini," ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)