Nasional

Universitas Jember Kirim Guru Ngaji untuk Korban Gempa Lombok

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 03:30 WIB

Jember, NU Online 
Tim kemanusiaan dari Universitas Jember (Unej) Jawa Timur yang diterjunkan untuk membantu korban gempa di Lombok, tidak hanya menyediakan logistik dan pelayanan kesehatan. Juga memberikan pendidikan relijius  dan baca Al-Qur’an. 

Hal ini sebagaimana disampaikan koordinator tim, Joko Mulyono. Tim kemanusiaan Unej dibagi dalam dua, yaitu tim kesehatan dan tim trauma healing. Tim yang disebut terakhir inilah yang bertugas memberikan pendidikan relijius dan mengajar membaca Al-Qur’an.

“Ini memang kita siapkan karena Lombok terkenal dengan suasana keagamaan yang kental,” katanya kepada NU Online di sela-sela pelepasan tim kemanusiaan oleh Rekrot Unej, Muhammad Hasan di lapangan perpustakaan, Jumat (17/8).

Menurutnya, pendidikan keagamaan warga Lombok, khususnya anak-anak tidak boleh berhenti karena adanya gempa. Sebab, pendidikan keagamaan merupakan kebutuhan (batin) dasar untuk kesinambungan pembentukan karakter anak-anak. Apalagi, pemulihan sarana dan infrastruktur yang terkena gempa, memakan waktu yang tidak sebentar.

“Jadi, pelayanan kesehatan jalan, pelayanan pendidikan keagamaan juga jalan,” ungkapnya.

Joko menambahkan, tim trauma healing akan fokus pada pelayanan anak-anak korban gempa. Mereka yang rumahnya terkena gempa maupun yang hanya terimbas, tentu anak-anaknya mengalami ketidakstabilan dalam berkehidupan. Bahkan mungkin juga mereka mengalami kepanikan, stres dan jenuh usai terjadinya bencana alam itu.

“Makanya untuk meminimalisir akibat-akibat itu, kami siapkan tim khusus. Intinya, anak-anak harus gembira dan tak boleh vakum dari kegiatan relijius,” tuturnya.

Tim kemanusiaan Unej beranggotakan 16 personel. Mereka akan melaksanakan  tugasnya di Lombok selama sepekan. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi


Terkait