KH Mustofa Aqil Siroj Kenang Istiqamah dan Keteladanan KH Adib Rofiuddin Izza
Selasa, 2 Juni 2026 | 14:00 WIB
Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj saat menyampaikan kesaksian atas KH Adib Rofiuddin Izza di Masjid Agung Buntet Pesantren, Senin (1/6/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Aqil Siroj menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sesepuh Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin Izza.
"Sungguh, kami kehilangan," katanya saat menyampaikan sambutan pada prosesi pelepasan almarhum di Masjid Agung Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/6/2026).
Kiai Mustofa mengenang KH Adib sebagai sosok yang dermawan dan istiqamah dalam mendidik para santri. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai ulama yang teguh menekuni jalan pengabdian di pesantren.
"Beliau terkenal istiqamah. Diminta menjadi mubaligh, menolak. Diminta menjadi politisi, enggan," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon itu juga mengingatkan bahwa wafatnya seorang ulama merupakan kehilangan besar bagi umat karena berarti berkurangnya sumber ilmu pengetahuan. Karena itu, ia mengajak para pengasuh pesantren untuk mempersiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet dakwah dan keilmuan.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Mustofa mengajak ribuan pelayat yang memenuhi Masjid Agung Buntet Pesantren dan halaman sekitarnya untuk menjadi saksi atas kebaikan almarhum selama hidupnya.
Mengutip hadis Nabi, ia menjelaskan bahwa kesaksian baik dari masyarakat terhadap seseorang menjadi tanda kebaikan yang juga dinilai oleh Allah SWT.
"Jika mayit dipandang baik oleh manusia, maka Allah juga memandangnya demikian. Itu menjadi kesaksian atas kebaikannya," tuturnya.
Duka yang sama juga disampaikan Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar. Melalui pesan video, ia mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza.
"Tentu saja kita sebagai umat Islam Indonesia merasa sangat kehilangan atas kepergian salah satu tokoh yang kita hormati dan kita segani," katanya.
Menag berharap keteladanan almarhum dapat diteruskan oleh para santri dan masyarakat yang selama ini mengenalnya.
"Mari kita mendoakan almarhum almaghfurlah. Semoga seluruh amal kebajikannya dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Semoga husnul khatimah dan Allah mengampuni segala kekhilafannya sebagai manusia biasa," ujarnya.
Ia juga mendoakan agar keluarga dan para santri diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
"Allah lebih mencintai almarhum daripada kita semua. Selamat jalan sahabat saya, tokoh bangsa, KH Adib Rofiuddin Izza," pungkasnya.
Sebagai informasi, KH Adib Rofiuddin Izza wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) pukul 08.55 WIB. Almarhum merupakan salah satu Rais Syuriyah PBNU dan sesepuh Buntet Pesantren.
Jenazah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Gajah Ngambung, Buntet Pesantren, pada pukul 16.00 WIB. Ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman tersebut, termasuk Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.