Jombang, NU Online
Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperhatikan keberadaan para santri dalam aspek asupan makanan bergizi. Para santri juga selayaknya medapatkan asupan protein yang tinggi untuk menjaga kesehatan fisik dan perkembangan daya kecerdasan santri.
"Santri-santri harus kita bantu bisa mendapatkan asupan protein yang lebih tinggi," katanya saat memberikan sambutannya di acara makan ikan bersama ribuan santri di kawasan makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (18/11).
Kegiatan makan ikan sehat tersebut diharapkan menjadi kebiasaan santri dalam keberlangsungan aktivitasnya di masing-masing pondok pesantren. "Hari makan ikan jangan pada hari ini saja," imbau Susi sambil tersenyum.
Di sela-sela aksi makan ikan secara bersama, Susi menyempatkan diri untuk menyuapi sejumlah santri dan berdialog dengan mereka. "Makan ikan, sehat dan cerdas," seru Susi diikuti para santri.
Adapun jumlah santri keseluruhan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut kurang lebih dari 7.200 santri. Jumlah tersebut berasal dari santri Tebuireng dan beberapa pesantren sekitar. Antara lain, Pesantren Al-Masruriyah dan Pesantren Al-Farros Tebuireng, Pesantren Khoiriyah Hasyim dan Al-Mahfudz Seblak, Pesantren Sains Tebuireng 2, serta Pesantren Al-Aqobah dan Mambaul Hikam. Juga Pesantren Walisongo, Pesantren Darul Falah Cukir dan Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Bulurejo.
Di hadapan ribuan santri itu, Susi juga menekankan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam segala aspek untuk menghadapi pasar bebas atau yang biasa dikenal MEA. Menurutnya MEA potensi akan berdampak pada pola kompetisi masyarakat dalam negeri.
"MEA sudah di antara kita, kompetisi akan semakin keras dan tajam sumber daya manusia tidak berkualitas akan digilas oleh sumber daya manusia dari negara-negara lain," ujarnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)