Departemen Agama (Depag) mengadakan semiloka “Pemberdayaan ormas keagamaan dalam kehidupan sosial dan ekonomi” di Jakarta, Kamis (7/5). Semiloka akan berlangsung hingga 9 Mei mendatang.
Menteri Agama Dr Muhammad Maftuh Basyuni saat menyampaikan sambutannya berharap organisasi massa (ormas) Islam memperhatikan aspek ekonomi dan kesejahteraan umat. “Saya perlu menegaskan pernyataan ini, mengingat tantangan ke depan yang kita hadapi semakin berat dan kompleks,” tandasnya.<>
Menurutnya, jika umat tidak kembali pada komitmen kepada kesejahteraan umat, dikhawatirkan umat Islam tidak dapat berperan banyak dalam kompetisi global saat ini.
“Krisis ekonomi global yang sedang melanda dunia sekarang, seharusnya mengingatkan kita semua agar memperhatikan kembali kemampuan dan jaringan ekonomi umat kita.”
Menag mengatakan, ada empat hal yang menjadi dilema ekonomi umat Islam sehingga mereka tidak dapat menjadi subjek pembangunan dan hanya menjadi objek; yaitu kemiskinan, tingkat pendidikan yang menyebabkan lemahnya sumber daya manusia, sikap hidup umat Islam itu sendiri serta kemampuan manajemen yang kurang baik.
Karena itu, lanjutnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh ormas-ormas Islam dalam kaitannya dengan pemberdayaan umat. “Sudah saatnya ormas-ormas Islam memberi perhatian yang besar dan serius dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ingat Maftuh.
Menurut dia, diantara agenda yang mendesak untuk segera dilakukan adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Potensi lain yang dapat kita kembangkan adalah penguatan dana umat,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof Dr Atho Mudzhar melaporkan, semiloka diikuti 120 peserta dari berbagai ormas Islam. Semiloka kali ini dimaksudkan untuk menghimpun pandangan pimpinan ormas tentang model-model pemberdayaan sosial, ekonomi dan pengembangan pola jaringan kerja dan pendampingan. (nam)