Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menilai, teroris belum membangun jaringan di kampus-kampus di Indonesia. Mahasiswa dinilai cukup siaga, waspada, dan lebih mengetahui terorisme sehingga lebih sadar dan tidak mudah terlibat dalam aksis teror.
Hal ini disampaikan terkait keterlibatan Sony Jayadi, mahasiswa Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UIN Jakarta dalam membantu menyiapkan kos untuk dua teroris.<>
Sony membantu Fajar Firdaus, keponakan dua teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir mencarikan kamar kos nomor 15 di Jl. Semanggi II Rt 2 / Rw 3 Ciputat Timur, Tanggerang Selatan, yang diam-diam menjadi tempat persembunyian kedua teroris itu.
"Enggak ada. Kaitannya Sony kenal sama Fajar, itu saja. Bukan soal (status) mahasiswanya. Dia (Sony) hanya seorang oknum mahasiswa," kata dia seusai jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin (12/10) kemarin.
Hal itu dikatakan ketika ditanya wartawan apakah dengan keterlibatan Sony Jayadi (24) yang berstatus mahasiswa mengindikasikan perekrutan anggota baru mulai masuk ke kalangan mahasiswa.
Sony, kata Nanan, hanya ingin membatu Fajar untuk mencarikan kamar kos. "Niatnya hanya bantu mencarikan kamar," katanya.
Menurutnya, Polri berharap agar mahasiwa lebih waspada terhadap serangan terorisme ke depan. (sam/kcm)