Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung Kamis (9/4) besok, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia telah menggelar silaturrahim warga dan tokoh-tokoh NU (Nahdliyin) dari berbagai latar belakang organisasi sosial dan politik.
Acara digelar di Hotel City Villa, Chow Kit, Kuala Lumpur Selasa (31/3) lalu dan dihadiri oleh puluhan tokoh masyarakat dan aktivis organisasi sosial dan politik di Malaysia. Demikian situs PCINU Malaysia www.nucim.org.<>
Acara diawali dengan istighotsah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Liling Sibromalisi, Wakil Rais Syuriyah PCINU Malaysia. Istighotsah dimaksudkan agar Pemilu di Indonesia dapat berlangsung dengan aman dan damai, serta masyarakat Indonesia semakin sejahtera.
Rais Syuriyah PCINU Malaysia Drs H Ahmad Muidi Rofii dalam menyatakan, silaturrahim adalah inti dan kekuatan tali persaudaraan di antara warga nahdliyyin di Malaysia. Dirinya mengaku terharu dengan kehadiran warga nahdliyyin dari berbagai parpol dan komponen masyarakat yang antusias menyambut pertemuan tersebut.
“Meskipun berbeda baju dan kendaraan politik, akan tetapi silaturrahim tetap harus dijaga dan jangan sampai putus di kalangan warga nahdliyyin. Momentum Pemilu tidak boleh dijadikan sebagai ajang saling fitnah dan mencetuskan perpecahan,” katanya.
Ketua PCINU Malaysia H Amin Fadlillah MA menambahkan, NU di Malaysia tidak akan tergoda dengan suasana hiruk pikuk percaturan politik di tanah air, termasuk juga di Malaysia.
“NU di Malaysia harus senantiasa mengingat tujuan asal pembentukannya di negara ini, yaitu sebagai wadah silaturrahim warganegara Indonesia di Malaysia yang mempunyai faham ahlussunnah wal jamaah,” katanya.
Menurutnya, NU akan bersikap netral dan memberikan ruang sebebas-bebasnya kepada seluruh anggotanya untuk mengekspresikan saluran politiknya. NU menghormati spirit kembali ke khittah 1926.
“Maka jika ada pengurus NU yang terlibat dalam politik, itu sama sekali tidak mewakili organisasi, akan tetapi atas nama dan tanggungjawab individu berkenaan,” katannya.
Meskipun demikian, Amin tetap menandaskan perlunya warga NU untuk cerdas dalam memilih calon anggota legislatif (caleg), terutama bagi caleg yang dianggap mampu memperjuangkan aspirasi warga NU di Malaysia.
Acara silaturrahim dilanjutkan dengan dialog dan sambung rasa antara Pengurus dengan segenap hadirin. Momentum Pemilu ini benar-benar dimanfaatkan oleh PCINU Malaysia untuk mengeratkan kembali tali silaturrahim di kalangan tokoh dan warga nahdliyyin di Malaysia. (nam)