Warta

Kalangan Pesantren pun Kembangkan CSR

Senin, 6 Juli 2009 | 08:33 WIB

Bogor, NU Online
Tanggungjawab sosial atau lebih dikenal dengan istilah CSR (corporate social responsibility) tidak hanya familiar bagi kalangan dunia usaha. Program yang diperuntukkan sebagai tanggungjawab sosial dan bentuk kepedulian terhadap masyarakat ini juga dikembangkan di kalangan pesantren. CSR ala pesantren dikemas berupa aksi sosial bina lingkungan.

Demikian yang dikembangkan Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor, dan Pesantren Darul Mughni Al-Maaliki Klapanunggal Bogor, Jawa Barat. Pengasuh Pesantren Darul Muttaqien KH Mad Rodja Sukarta kepada NU Online di Bogor, Senin (6/7) mengemukakan, sejak awal berdiri, yakni pada tahun 1988, pesantren ini telah mengembangkan berbagai program yang berhubungan langsung dengan pemberdayaan masyarakat. Terutama masyarakat di sejumlah desa yang berada di lingkar pesantren.<>

Program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan pesantren yang berdiri di atas lahan 12 hektar ini sangat variatif, yakni mulai aspek ekonomi, pertanian, pendidikan hingga agama.

“Program sosial yang kami gulirkan merupakan ciri khas pesantren. Pesantren lahir bukan hanya untuk melayani para santri yang mukim di pondok, namun juga membina masyarakat sekitar di mana pesantren berada,” kata Rodja.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut kiai tamatan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, pesantren yang dipimpinnya terus meningkatkan partisipasi terhadap pembinaan masyarakat sekitar. Antara lain melalui pendirian madrasah diniyyah di perkampungan sekitar pesantren.

Pada Rabu (1/7) lalu, madrasah ini baru saja meluluskan puluhan siswa angkatan perdana. Program lain melalui penyelenggaraan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak sekitar pesantren, tanpa dipungut biaya. Selain itu, pesantren ini juga memberikan beasiswa bagi warga sekitar yang berprestasi namun lemah secara ekonomi.

Menurut dia, berbagai program sosial bagi warga sekitar pesantren akan terus dikembangkan. Saat ini yang sedang digalakkan program pemberdayaan ekonomi. Target luarannya bukan untuk  sekedar pemenuhan konsumsi, namun untuk membantu masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang pendidikan lebih baik.

Sementara itu Pengasuh Pesantren Darul Mughni al-Maaliki Bogor, KH Mustofa Mughni, mengemas model CSR melalui aksi pengiriman muballig ke pelosok perkampungan di wilayah kabupaten Bogor bagian timur.

Pesantren ini pun menyelenggarakan beasiswa bagi warga sekitar dan warga dari berbagai daerah. “Bagi pesantren, kepedulian sosial adalah ruh. Justru itulah yang melandasi lahirnya pesantren dan membuat pesantren mengakar kuat di tengah masyarakat. Itulah modal sosial terpenting pesantren, sehingga keberadaannya akan selalu sesuai dengan perubahan zaman.” (hir)


Terkait