Pihak berwenang Lebanon menangkap kembali 3 orang atas tuduhan melakukan aksi spionase untuk Israel. Sejak Januari lalu, jumlah tersangka mata-mata yang ditangkap menjadi 10 orang.
"Orang-orang yang tidak disebutkan identitasnya itu ditangkap di desa Habboush di Lebanon selatan tengah dan indikasi awal menunjukkan bahwa mereka melakukan kegiatan mata-mata untuk Israel", kata pejabat keamanan, Minggu (3/5).<>
Dua pria Lebanon dan seorang Palestina juga ditangkap pada 25 April atas tuduhan melakukan aksi mata-mata untuk Israel dan dikait-kaitkan oleh pemerintah dengan seorang pensiunan perwira keamanan umum yang ditangkap sebelumnya pada bulan itu karena spionase.
Mantan Brigjen Adib al-Aalam ditangkap bersama istrinya, Hayat Saloumi, dan keponakannya, Joseph Al-Aalam, dan dituntut pada April dalam kasus spionase. Bila terbukti bersalah bisa dikenai hukuman mati.
Ketiga orang itu dituduh memberi Israel informasi mengenai militer Suriah dan Lebanon serta lokasi-lokasi sipil dengan tujuan mempermudah serangan Israel.
Aalam ditangkap di kantornya dekat Beirut pada 14 April bersama istrinya. Ia menjalankan bisnis jasa rumah-tangga yang menurut tuduhan digunakannya sebagai kedok untuk melakukan kegiatan mata-mata bagi Israel. Tersangka kesepuluh, Marwan Fakih, ditangkap di Lebanon selatan pada Februari. (inl)