Menteri Agama (Menag) H M. Maftuh Basyuni berjanji tahun 2009 ini akan merenovasi seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setara Sekolah Dasar (SD). Ada sekitar 24 ribu lokal yang sudah tercatat.
"Saya ingin sampaikan kalau masih ada madrasah ibtidaiyah yang belum terdaftar, secepatnya didaftarkan ke Kandepag setempat untuk tahun ini seluruhnya direnovasi," kata Menag saat menghadiri Haul di Pondok Pesantren Krapyak, Jogyakarta.<>
Haul Ke-20 Al Maghfurlah KH Ali Maksum Krapyak, Selasa (5/5) malam itu juga dihadiri Juru Bicara Presiden SBY Andi Malarangeng, pengurus DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh.
Menag menyatakan, lembaga pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus, dan persoalan menyangkut dana harus diatasi. Untuk itu pada tahun anggaran ini Departemen Agama menetapkan seluruh madrasah ibtidaiyah direnovasi semuanya.
Ditambahkan, tahun depan giliran Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang akan direnovasi.
"Walaupun kita tahu belum ada Madrasah yang ambruk. Saya sangat bangga, uang yang kita sampaikan pada lembaga-lembaga ini, bisa lebih dari yang kita berikan. Demikian juga kepada Pondok-Pondok Pesantren. Jadi banyak orang yang ingin membantu," katanya.
Menag berharap bisa secepat mungkin mengejar kekurangan itu. Diakui masih banyak perbedaannya antara sekolah dengan madrasah. Karena memang dari awal, sejak merdeka, sekolah sudah dipelihara oleh negara. Sementara madrasah baru sejak 2003. "Tapi kita lakukan pada 2005. Untuk mengejar itu semua, kita juga mengejar beasiswa," katanya. (sam/nam)