Warta

NU Harus Perkuat Posisi Tawar Umat Islam

Rabu, 1 Juli 2009 | 06:40 WIB

Sukabumi, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang sangat strategis sebagai pelopor utama perubahan. Sejarah telah menunjukkan betapa NU selalu memainkan peran-peran penting dalam berbagai fase perubahan nasional. Peran ini harus terus dilestarikan untuk memperkuat posisi tawar umat Islam di kancah global.

Demikian diutarakan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II dan Pelatihan Instruktur se-Jawa Barat yang dihelat oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat di Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Salabintana, Kabupaten Sukabumi, 29-30 Juni.<>

Menurut Heriawan, siapapun yang membaca sejarah perjalanan bangsa, pasti akan menemukan keterlibatan NU di dalamnya. “Saya kira semua sudah memahami keterlibatan dan peran penting yang dilakukan NU dalam sejarah perjalan bangsa,” katanya.

Ia melanjutkan, yang perlu dilakukan NU hari ini adalah bersinergi dengan komponen umat Islam lainnya untuk memperkuat posisi tawar umat di kancah global.

“Bicara Indonesia tidak dapat dilepaskan dari Islam, karena mayoritas bangsa ini adalah Muslim. Sebagai ormas Islam terbesar, NU tentu memiliki tanggungjawab besar dalam meningkatkan posisi tawar umat. NU harus leading dan tampil terdepan,” terangnya.

Bila posisi tawar umat membaik, maka berbagai ancaman ketidakadilan dan sewenang-wenang yang datang dari pihak lain akan semakin berkurang.

“Kita hanya akan dihargai oleh pihak lain bila posisi tawar kita kuat. Selama kita lemah, maka selama itu pula kita akan menjadi objek kezhaliman. Kita harus menghentikan ancaman kezhaliman dengan menguatkan posisi tawar,” ujarnya.

Bila kezhaliman sudah bisa dicegah, maka peran berikutnya adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran untuk peradaban manusia yang lebih baik lagi.

“Harapan mewujudkan baldatun tayyibatun dan tatanan dunia baru yang lebih baik bisa terwujud jika umat Islam Indonesia bersatu. Saya yakin kita bisa,” tegasnya.

Muskerwil II PWNU Jawa Barat diikuti oleh ribuan warga NU yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Para pimpinan dan pengurus 26 PCNU se-Jawa Barat juga memadati arena pesantren yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango itu. Dari PBNU tampak hadir Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan KH Ma’ruf Amin. (hir)


Terkait