Ongkos ibadah umrah dan haji plus sudah dipastikan mengalami kenaikan antara 500 dan 750 dollar AS. Melonjaknya harga minyak dunia, serta pemugaran 1.800 bangunan di Mekkah, memaksa naiknya harga tiket penerbangan dan biaya akomodasi atau penginapan.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphura), Baluki Ahmad, mengatakan, penyesuaian harga itu tidak bisa dihindari lagi oleh agen penyelenggara.<>
"Semua penerbangan menaikkan tarif rata-rata 37 persen, sedangkan hotel di Mekkah menaikkan harga hingga 40 persen. Ini sama sekali tidak kami duga-duga. Sudah seperti force majeur," ujar Baluki Ahmad di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/5).
Menurutnya, paket yang selama ini ditawarkan berbagai biro perjalanan, akan mengalami penyesuaian harga, dan naik sekitar 500 hingga 750 dollar AS. Misalnya, biaya umrah yang awalnya berkisar 1.200 dolar AS untuk pelayanan yang cukup nyaman, kini melonjak hingga 1.500 dollar AS, belum termasuk fiskal. Dengan biaya 1.500 dollar AS tersebut, jemaah hanya mendapat kamar hotel biasa dengan satu kamar berempat. Harga 1.500 dollar AS tersebut hanya berlaku untuk zona Jabodetabek. Untuk daerah lain dipastikan lebih tinggi.
Baluki mengatakan, untuk biaya tiket pesawat saja saat ini mencapai 1.010 dollar AS, ditambah visa sekitar 40 dolar AS, sehingga biaya umrah 1.200 dollar AS sudah tidak mungkin diterapkan. "Mana ada hotel seharga 200 dollar AS untuk delapan hari?" kata Baluki.
Dikatakan, Amphuri memang telah mendengar kabar pemugaran sejumlah hotel untuk perluasan Masjidil Haram sekitar setahun lalu. Namun, pemerintah Arab Saudi ternyata mempercepat pemugaran. Sebelumnya direncanakan dilaksanakan tahun 2009, dipercepat pada 2008. Akibatnya, hotel-hotel yang tidak dipugar memasang tarif sangat tinggi.
Pengelola hotel dan apartemen di Mekkah bahkan tidak mau membuat kontrak dengan agen penyelenggara yang tergabung di Amphura. Sebab, mereka juga menunggu penawaran yang lebih mahal dari negara-negara lain.
"Kita sekarang cuma bisa pesan, tapi harganya belum pasti. Tapi kalau di Madinah, masih bisa dikontrak," ujarnya.
Untuk paket ibadah haji tahun ini diperkirakan akan mencapai minimal 5.500 dollar AS. Wakil Ketua Amphura, Rustam Sumarna, menghimbau masyarakat agar waspada terhadap biro perjalanan yang menawarkan harga sangat murah. Alasannya, biaya yang murah sangat sarat dengan penipuan.
"Kalau terlalu murah, bisa jadi pelayanan jemaah akan dikorbankan. Terkatung-katung, dan bahkan tidak jadi berangkat," katanya seperti dilansir kompas.com.
Dikatakan, banyak agen perjalanan yang bahkan tidak memiliki izin untuk menyelenggrakan umrah atau haji. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu 172 calon jemaah umrah batal berangkat akibat penyelenggara yang bermasalah.
"Travel itu izin hajinya sudah dicabut Depag, dan izin umrahnya sudah mati, mereka menawarkan harga lebih murah ternyata malah tidak jadi berangkat," ujarnya.
Rustam berharap masyarakat mau melaporkan jika merasa dirugikan, terkait pelayanan atau masalah apapun tentang umrah dan haji kepada Amphuri. "Selama ini kami justru tahu dari media, setelah jamaah gagal berangkat," katanya.
Amphuri juga menghimbau masyarakat agar hati-hati terhadap sistem haji dengan sistem multi level. Sebab, belakangan diketahui pemasaran haji sistem multi level ini kembali muncul. (dar)