Daerah

PMII Maros Dilantik, Tegaskan Arah Gerakan Kader yang Berpihak pada Rakyat

NU Online  ·  Senin, 18 Mei 2026 | 07:00 WIB

PMII Maros Dilantik, Tegaskan Arah Gerakan Kader yang Berpihak pada Rakyat

Pelantikan Pengurus PMII Maros dilantik, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Sahyul Pahmi)

‎Maros, NU Online

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan bersama Korps PMII Putri (Kopri) PC PMII Maros resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Sabtu (16/5/2026).


‎Pelantikan tersebut mengusung tema Mengakar di Maros, Bergerak untuk Peradaban sebagai penegasan arah gerakan kader PMII yang berpijak pada nilai keislaman, tradisi intelektual, dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.


‎Prosesi pelantikan dilakukan oleh utusan Pengurus Besar PMII, Hilful Fudhul selaku Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Investasi dan Ekonomi PB PMII. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta organisasi mahasiswa di Kabupaten Maros.

 

​​​​​​​Tampak hadir perwakilan Pemerintah Kabupaten Maros yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Parpora), unsur Kementerian Agama Maros, Dandim 1422 Maros, Ketua Kopri PKC PMII Sulawesi Selatan, PC Gerakan Pemuda Ansor Maros, KNPI Maros, HPPMI Maros, HMI Cabang Maros, hingga jajaran PKC PMII Sulawesi Selatan.


‎Dalam sambutannya, Hilful Fudhul menegaskan bahwa menjadi pengurus PMII bukanlah perkara mudah karena selalu dihadapkan pada dinamika organisasi dan beragam karakter kader. Namun, menurutnya, proses tersebut menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang penting bagi kader.


‎“Menjadi pengurus PMII tidak pernah mudah karena penuh dinamika dan perjuangan. Tetapi justru di situlah ruang belajar kepemimpinan, bagaimana menghadapi gagasan yang berbeda, dinamika kader, hingga proses organisasi yang terus bergerak,” ujarnya.


‎Ia juga menilai pengalaman berorganisasi di PMII akan menjadi bekal penting bagi kader dalam kehidupan sosial maupun kepemimpinan di masa depan.


‎Selain itu, Hilful Fudhul menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PMII yang tidak dapat hadir karena tengah berduka atas wafatnya ayahanda salah satu pengasuh pondok pesantren di Jombang.


‎Sementara itu, Ketua PC PMII Maros, Muh. Alif Al-Isra, menegaskan bahwa pelantikan pengurus cabang bukan sekadar agenda administratif organisasi, tetapi momentum memperkuat identitas kader dan arah perjuangan PMII di tengah masyarakat.


‎Menurutnya, tema Mengakar di Maros mencerminkan komitmen PMII untuk tetap dekat dengan realitas sosial serta kebutuhan rakyat.


‎“Maros memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi besar, tetapi semua itu harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kebanggaan simbolik,” ungkapnya.


‎Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas PMII sebagai organisasi kader yang berpijak pada nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi intelektual, serta keberpihakan terhadap masyarakat kecil.


‎“PMII harus terus melahirkan kader progresif, menjaga tradisi diskusi, dan hadir di tengah persoalan rakyat. Ideologi serta identitas pergerakan harus tetap dijaga agar organisasi tidak kehilangan arah,” tegasnya.


Ketua Kopri PC PMII Maros, A. Hasbiah, menyampaikan bahwa amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar dalam menjaga semangat kaderisasi dan pengabdian.


‎“Kopri hadir bukan hanya sebagai pelengkap organisasi, tetapi ruang perjuangan perempuan untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial maupun kemanusiaan,” katanya.


‎Pelantikan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menjadi penegasan komitmen PMII Maros untuk terus membangun gerakan intelektual, sosial, dan keumatan yang berakar kuat di tengah masyarakat Kabupaten Maros.

‎Kontributor: Sahyul Pahmi

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang