Perhatian para pengurus dan elemen Nahdlatul Ulama (NU) pada bidang pendidikan dinilai kalah dibanding perhatian pada bidang politik. Tidak banyak pengurus NU yang mau ’mewakafkan diri’ untuk pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif H M. Thoyib IM saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Perguruan Tinggi NU (APTINU) di Jakarta, Kamis (15/10).<>
”Saya sudah aktif sejak tahun 1960-an. Saya perhatikan memang perhatian NU di bidang pendidikan masih kalah dengan politik. Meminjam istilah Kiai Tolchah Hasan (Wakil Rais Aam PBNU yang hadir pada kesempatan itu), tidak banyak yang mau mewakafkan diri untuk pendidikan,” katanya.
Di depan para rektor dan utusan dari sedikitnya 73 perguruan tinggi NU yang hadir, M. Thoyib menyampaikan harapannya agar APTINU bisa meningkatkan kiprah NU di bidang pendidikan. ”Saya berharap APTINU ini bisa mewarnai,” katanya.
Secara organisatoris APTINU merupakan organisasi di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU yang bertugas melakukan advokasi dan penguatan perguruan tinggi NU.
Dalam kesempatan itu Ketua APTINU Dr Noor Achmad MA berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode berikutnya dapat meningkatkan martabat NU di bidang pendidikan. Salah satu agenda Rakornas APTINU kali ini adalah merumuskan rekomendasi untuk PBNU di bidang pendidikan dengan harapan akan dipertimbangkan dalam Muktamar NU Januari mendatang.
”Kalau perlu perguruan tinggi menjadi prioritas PBNU di bidang pendidikan, karena sudah waktunya NU berkonsentrasi pada perguruan tinggi,” katanya. (nam)