Warta

Pesantren Lirboyo Larang Santri Rayakan Valentine

Jumat, 12 Februari 2010 | 23:07 WIB

Kediri, NU Online
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri melarang keras seluruh santri dan remaja muslim di Kediri untuk merayakan hari kasih sayang (valentine) yang jatuh pada 14 Februari mendatang. Demikian dinyatakan Ketua I Ponpes Lirboyo KH Agus Ibrahim Hafidz. Menurutnya, selain valentine bukan budaya Islam, kegiatan kasih sayang tersebut sarat dengan prilaku asusila yang bertentangan dengan nilai agama.
 
"Pada intinya kita tidak perlu ikut-ikutan merayakanya. Apalagi jika yang melakukan adalah remaja yang belum menikah," ujarnya kepada wartawan di kediri, Jum'at (12/2).<>

Lebih lanjut, Ibrahim Hafidz menjelaskan, Islam mengajarkan bahwa pada hari Jum'at, setiap suami dianjurkan untuk memberikan nafkah batin kepada istrinya. Tujuan dari anjuran ini untuk meningkatkan kualitas hubungan rumah tangga. hal seperti inilah yang mestinya diikuti setiap Muslim.

"Namun sekali lagi untuk mereka yang berstatus suami istri,” tandasnya.
 
Karenanya Gus Bram mencurigai jika perayaan valentine merupakan pencurahan untuk hubungan yang serius. Dan ini tentu berbahaya bagi moralitas muda mudi.

“Karena ujung-ujungnya adalah kebebasan untuk melakukan maksiat,” tegasnya. Gus Bram meminta para orang tua untuk melarang anak-anaknya agar tidak mengikuti kegiatan tersebut. (min)


Terkait