Warta

Pesantren Tak Perlu Risau Dikunjungi Tim Sukses

Senin, 15 Juni 2009 | 12:18 WIB

Situbondo, NU Online
Kalangan pondok pesantren tidak perlu risau jika dikunjungi para tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden, selama kunjungan itu tidak mengganggu nilai dan aktivitas sosial pesantren.

Demikian dilontarkan beberapa narasumber dalam “Seminar dan Sekolah Aswaja” yang diselenggarakan oleh pengurus cabang Lakpesdam NU Kabupaten Situbondo, di gedung PCNU Situbondo, Jalan Madura, Ahad-Selasa (14-16/6).<>

Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Situbondo H Suroso, Ahad (14/6) kemarin. Beberapa narasumber yang hadir antara lain Wakil Sekretaris Pengurus Pusat organisasi pesantren-pesantren atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Sulthan Fatoni, Dosen STAIN Jember Wadud Nafis dan Ketua PC Lakpesdam NU Kab. Situbondo Ahmad Nur.

“Kritik sering mendera pesantren-pesantren yang dikunjungi para politisi, terutama menjelang Pilpres, Pilgub, maupun Pilbup. Saya justru mengkritisi para pengamat dan pakar yang dalam konteks ini mempersoalkan pesantrennya, bukan politisinya,” kata Sulthan dalam kesempatan itu

Menurutnya, masyarakat pesantren itu komunitas yang solid, baik dari sisi kultur, jaringan sosial, pengorganisasian, maupun militansi. Unsur-unsur penting inilah yang menggoda para politisi masuk ke pesantren.

“Interaksi antara politisi dan pesantren tidak perlu dicurigai meskipun di situ terjadi transaksi kekuasaan dan finansial. Justru ketika tidak terjadi transaksi akan terjadi delegitimasi pesantren, terutama di mata negara,” kata penulis Buku Masyarakat Pesantren dan Civil Society itu.

Sementara itu Wadud Nafis mengatakan, kekuatan pesantren terletak pada sumber daya manusia yang dimilikinya. “Civil society akan tumbuh di lingkungan pesantren jika ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Tampak hadir beberapa pengurus syuriyah dan tanfidziyah PCNU Situbondo dan PC Lakpesdam Jember, Bondowoso, dan Probolinggo. (nam)


Terkait