Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sepanjang perjalanannya sejak 49 tahun lalu tidak pernah melupakan sejarah. Apalagi menggelapkan sejarah perjuangan anak bangsa yang sudah berbuat untuk mempertahankan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Advokasi PMII Kota Padang Alim Marwin Z menegaskan hal itu pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-49 PMII, Sabtu (25/4) di gedung Serbaguna Bintang Sembilan Sumatera Barat, Padang. Demikian dilaporkan kontributor NU Online di Padang, Bagindo Armaidi Tanjung.<>
Di hadapan 70 kader PMII Kota Padang, Alim mengakui ada organisasi tertentu yang mencoba melupakan sejarahnya sendiri. Bahkan menghilangkan peran PMII dalam percaturan perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini.
”Untuk itu, setiap kader PMII haruslah memahami dan memiliki wawasan sejarah perjalanan PMII dan bangsa Indonesia. Sehingga setiap kader PMII tidak bisa dikecoh pihak tertentu yang ingin mendeskreditkan PMII,” kata Alim.
Terkait hasil dan pelaksanaan Pemilu 9 April lalu, menurut Alim, sudah terjadi krisis demokrasi di Indonesia. Sebagai mahasiswa, kader PMII harus mengawal jalannya demokrasi yang sudah didenggungkan selama ini.
Keterlibatan mahasiswa mengawal tersebut, lanjutnya, bukan berarti mahasiswa menjadi aktifis/pengurus dari partai tertentu. Mahasiswa lebih fokus pengawalan terhadap pelanggaran yang sangat berhubungan dengan birokrat.
Ketua Pelaksana Komisariat IAIN Imam Bonjol M. Arsyadi menyebutkan, Harlah dengan tema ”Semalam Bersama Kader”, dimaksudkan agar setiap kader PMII yang baru saja di Mapaba (Masa Pendaftaran Anggota Baru) lebih banyak mendapatkan informasi dan terlibat langsung dengan kegiatan PMII.
Selain diskusi dengan senior, ”Semalam Bersama Kader” juga dimeriahkan dengan pemutaran film aksi mahasiswa. Sehingga kader PMII yang menyaksikannya dapat tumbuh semangat juang dan pergerakannya. (arm/nam)