Mashasiswa Indonesia di Yaman yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (PPI Yaman) mengikuti pertemuan khusus untuk mengupayakan perdamain atas konflik internal di negeri tersebut serta mengikis arus terorisme.
Pertemuan diadakan komite nasional pemuda Yaman atau Jaliyat Al Yamaniyyah yang dihadiri beberapa tokoh pergerakan dan kepemudaan di Yaman dan tokoh organisasi kepelajaran dari berbagai negara yang berada di Yaman seperti Iraq, Suriah, Sudan, Somalia, Jiboti, Mesir, Komoro, dan Indonesia.<>
Acara yang diadakan di Hotel Royal, Ta'iz street, Sana'a Yaman, Kamis (17/9) tadi malam itu diadakan sebagai wujud kepedulian para pemuda di Yaman terhadap konflik internal dan isu terorisme.
Konflik internal Yaman, demikian dalam rilis pers PPI Yaman yang diterima NU Online, sampai sekarang masih menimbulkan baku senjata antara militer dan pasukan yang dibentuk oleh gerakan separatis di Sa'dah telah banyak merugikan ke dua belah pihak.
Hingga kini, upaya yang telah dilakukan pemerintah setempat belum membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan, baku senjata yang terjadi di Sa'dah semakin memanas dan berakibat menghancurkan beberapa aset pemerintah dan melumpuhkan beberapa fasilitas umum yang tidak terhitung jumlahnya.
Forum pertemuan tersebut dibentuk untuk memberikan kesempatan menyampaikan pendapat kepada seluruh organisasi kepemudaan Yaman dan beberapa organisasi kepelajaran negara sahabat yang berada di Yaman mengenai konflik yang terjadi antara pemerintah dan militansi di Sa'dah sekaligus memetakan langkah strategis apa yang perlu diambil generasi muda Yaman dalam upayanya menghentikan konflik dan meluruskan persepsi dunia internasional tentang Yaman yang terstigma sebagai negara tempat lahirnya terorisme.
Menanggapi stigma dunia internasional terhadap Yaman sebagai negara embrio terorisme, PPI Yaman yang dalam pertemuan tersebut diwakili Imam Nawawi, Presiden PPI Yaman periode 2009-2010 menyampaikan pentingnya melakukan dialog antar seluruh elemen bangsa di Yaman sebagai upaya menyatukan visi untuk membangun Yaman yang aman, berbudaya, sejahtera, dan anti terorisme.
Terkait dengan dialog tersebut, PPIY sebagai induk organisasi pelajar Indonesia di Yaman siap melakukan kerjasama dengan organisasi kepemudaan Yaman apabila diperlukan. Demikian tutur Nawa, panggilan akrab Imam Nawawi yang juga merupakan mantan Ketua PAC IPNU Singgahan Tuban Jatim.
Sementara menanggapi konflik internal di Sa'dah-Yaman yang terjadi antara pemerintah setempat dan kelompok Al Hautsi, PPI Yaman menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Yaman untuk melakukan langkah-langkah strategis sebagai upaya untuk menghentikan konflik di kedua belah pihak.
Terkait dengan konflik Sa'dah, PPI menganggap bahwa hal tersebut merupakan krisis yang harus segera ditangani oleh pemerintah Yaman. PPIY sebagai induk organisasi pelajar Indonesia sama sekali tidak memiliki domain untuk itu karena orientasi PPIY adalah mengembangkan SDM pelajar Indonesia dan menumbuhkembangkan responsibiliti mahasiswa terhadap bangsa Indonesia menuju bangsa yang berkualitas, aman, maju dan sejahtera.
“Untuk itu, sebagai wakil dari PPIY saya manyatakan, bahwa PPIY yakin pemerintah Yaman akan sanggup melakukan upaya-upaya untuk segera menghentikan konflik internal tersebut, kata tutur Nawa yang juga mahasiswa Fak. Syariah Universitas Al Ahgaff dengan bahasa arabnya yang fasih.
Pertemuan yang dimulai pada pukul 21.30 waktu setempat dan diliput oleh beberapa stasiun televisi lokal dan Al Jazirah tersebut akhirnya diahiri pada pukul 00.30 waktu setempat dengan acara makan malam bersama. (zie/nam)