Sebagai organisasi pelajar, terlalu dini bila kader IPNU-IPPNU terjun berpolitik. Pasalnya, berpolitik akan menghambat proses kaderisasi yang sedang dikembangkan oleh IPNU-IPPNU. Sebaiknya, kader IPNU-IPPNU memantapkan komitmen organisasinya ketimbang berpolitik yang menghabiskan energi dan biaya.
Demikian kesimpulan perbincangan secara terpisah kontributor NU online Qomarul Adib dengan ketua PC IPNU Kabupaten Kudus Syaiful Anas dan Ketua PC IPPNU kudus Maria Hidayati di kantornya Jum’at (8/5) kemarin, menanggapi adanya sejumlah pengurus IPNU-IPPNU yang terjun ke kancah politik.<>
Menurut syaiful Anas, IPNU masih mempunyai tanggung jawab membenahi format kaderisasi yang masih membutuhkan penyesuaian dengan keadaan zaman.
“Beratnya tanggung jawab inilah, kader IPNU lebih baik konsentrasi di kepengurusan, dan tidak merangkap sebagai aktivis partai politik sehingga tidak tumpang tindih,” ujar Anas.
Ketua PC IPPNU Kudus Maria Hidayati juga kurang sependapat IPPNU dijadikan kendaran untuk kegiatan berpolitik. Menurutnya, figur kandidat ketua PP IPPNU ke depan harus yang mempunyai visi dan orientasi pengembangan organisasi secara menyeluruh.
“Sudah banyak kandidat-kandidat yang bermunculan. Namun, IPPNU Kudus akan menunggu hasil keputusan Rapim yang akan digelar oleh PW jateng nanti. Kalau bisa sih dari kader Jawa Tengah,” katanya.
Berkaitan pelaksanaan kongres XVI IPNU yang rencananya digelar bulan Juni mendatang di Brebes, PC IPNU Kudus telah menyiapkan materi yang akan diperjuangkan. Masalah usia pengurus dan periodisasi pimpinan ranting menjadi fokus perhatiannya.
Idealnya, menurut Syaiful Anas, ketentuan usia pengurus agar lebih muda sekitar 21- 23 tahun disesuaikan dengan usia pelajar. Begitu pula, periodisasi pengurus Ranting mengusulkan dirubah menjadi 2 tahun. Selama ini hanya satu tahun, jadi belum cukup untuk melakukan kaderisasi dan penataan organisasi di tingkat ranting.
“Sebelum ke kongres, kami akan membicarakan bersama-bersama yang lain membedah problem organisasi dan selanjutnya diperjuangkan pada kongres nanti,“ ujar anas seraya enggan membicarakan kandidat IPNU mendatang. (adb)