Banten

Semarak Hari Santri 2026, PCNU Tangsel Gelar Bahtsul Masail, Istighotsah, Apel, dan Beragam Lomba

NU Online  ·  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Semarak Hari Santri 2026, PCNU Tangsel Gelar Bahtsul Masail, Istighotsah, Apel, dan Beragam Lomba

Kick Off Semarak Hari Santri Nasional 2026 digelar PCNU Tangsel di Lantai 3 Graha Aswaja PCNU Tangsel, Ciputat, Tangsel, Selasa (13/10/2026) malam. (Foto: Dok NU Online Banten)

Tangerang Selatan, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi bahtsul masail, istighotsah, apel, ziarah ke masyayikh, serta beragam perlombaan.

 

Ketua PCNU Tangsel H Abdullah Mas’ud mengatakan, Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

 

“Peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peran santri sangat penting bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Makanya, 22 Oktober 1945 adalah momentum penting. Peristiwa Resolusi Jihad Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) itu adalah spirit perjuangan santri menegakkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya saat memberikan sambutan pada Kick Off Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Lantai 3 Graha Aswaja PCNU Tangsel, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa lalu diberitakan NU Online Banten.

 

Menurutnya, peran penting santri perlu berjalan beriringan dengan kontribusi pesantren dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

 

“Kalau dulu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengobarkan semangat dengan Resolusi Jihad, saat ini saatnya jihad peradaban. Jihad melawan kebodohan, melawan kemiskinan, dan tantangan kekinian lainnya. Dulu santri berjuang ikut perang fisik, hari ini medannya berbeda. Tantangannya berbeda. Intinya, santri dan pesantren perlu mengambil peran,” katanya.

 

Abdullah Mas’ud menambahkan, kontribusi santri bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu dirayakan melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat. Ia mengajak seluruh jajaran NU, mulai dari pengurus cabang hingga struktur di bawahnya, lembaga, badan otonom, dan warga NU untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

 

“Hari Santri ini lahir tak lepas dari NU. Berharap seluruh kegiatan Semarak Hari Santri Nasional 2026 berjalan lancar. Semuanya, baik jajaran PC dan struktur di bawahnya, lembaga dan badan otonom NU, serta warga NU berperan. Ini momentum menyatukan langkah. Hari Santri sesungguhnya milik NU. Mari sama-sama memeriahkan Hari Santri,” ajaknya.

 

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Tangsel KH Himam Muzzahir mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk menautkan santri dengan para ulama. Hal itu disampaikannya sebelum memimpin doa dalam kegiatan tersebut.

 

“Kita berada di pesantren besar bernama Nahdlatul Ulama,” katanya.

 

Kick off Semarak Hari Santri Nasional 2026 ditandai secara simbolis dengan penempelan telapak tangan kanan pada layar oleh KH Himam Muzzahir, Abdullah Mas’ud, dan Ketua Panitia Asmawi.

 

Asmawi menjelaskan, sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri tahun ini. Kegiatan tersebut antara lain lomba membaca kitab kuning, hafalan hadis, video challenge, bulu tangkis, ziarah masyayikh, pemilihan dai cilik (pildacil), dan apel.

 

“Rangkaian kegiatan lainnya istighotsah dan doa bersama untuk Palestina serta bahtsul masail (BM),” pungkasnya.

 

Kegiatan kick off tersebut diawali dengan istighotsah dan pembacaan Shalawat Nariyah.

 

Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusung tema Hari Santri Nasional 2026, yaitu “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang