Banjir Aceh Tamiang 11 Oktober 2026 Rendam 9 Kecamatan, Tinggi Air Capai 1,5 Meter
NU Online · Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Banjir kembali merendam 18 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, setelah hujan deras sejak Ahad malam (11/10/2026). Luapan sungai dan jebolnya tanggul menyebabkan permukiman warga terendam hingga 1,5 meter. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Tenggulun menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
"Total desa terdampak banjir saat ini ada 18 desa. Terbanyak di wilayah Tenggulun lima desa," ujarnya dalam keterangannya diterima NU Online pada Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), banjir melanda Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kota Kualasimpang.
Iman mengungkapkan bahwa hujan lebat memicu luapan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) dan menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik. Kondisi tersebut membuat air mengalir ke permukiman penduduk.
Ia menjabarkan di Kecamatan Tamiang Hulu, ratusan warga dari Desa Rongoh dan Bandar Khalifah mengungsi karena ketinggian air mencapai satu hingga 1,5 meter. Sementara itu, akses menuju Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, lumpuh total akibat genangan tinggi dan material sampah yang terbawa arus. Jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Untuk wilayah tengah, Karang Baru-Kuala Simpang yang parah Desa Sukajadi dan Desa Tanjung Karang, areal pondok pesantren turut terendam banjir. Kedua desa ini berada di bantaran sungai," ujar Iman.
Iman mengatakan bahwa petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Satgas SAR masih melakukan pemantauan, pendataan kerugian materiil, dan membantu evakuasi warga.Â
Ia menambahkan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol agar genangan tidak semakin meluas.
"Akibat jebolnya tanggul dan luapan sungai, ratusan warga di berbagai kecamatan wilayah hulu dan hilir terpaksa mengungsi ke dataran tinggi, seperti masjid, sekolah hingga rumah kerabat," pungkas Iman.
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua