Berdoa Mohon Kuat Beli, Jangan Mohon Harga Diturunkan
NU Online · Rabu, 15 Mei 2019 | 03:15 WIB
Jember, NU Online
Menjelang lebaran, biasanya hampir semua jenis barang kebutuhan harganya naik, terutama sembako. Orangpun mengeluh, dan tak jarang yang berdoa Ya Allah, semoga harga barang kebutuhan lebaran diturunkan.
“Doa dengan kalimat seperti itu, kurang pas. Yang bagus adalah memohon kepada Allah, aga kita kuat membeli,” tukas Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin dalam acara DIAGRA (dialog agama via udara) di masjid Jamik Al-Baitul Amin, Jember, Jawa Timur, Selasa (14/5).
Menurutnya, kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang lebaran memang jamak terjadi setiap tahun. Secara ilmu ekonomi untuk menurunkan harga, cukup sulit karena berkaitan dengan mekanisme pasar. Selain terkait dengan supply and demand, rangkaian atau mata rantai distribusi yang membuat harga barang naik ketika sampai di tangan masyrakat.
“Saya tidak mengatakan bahwa Allah tidak kuasa menurunkan harga barang. Tapi yang lebih logis adalah memohon kepada Allah, agar kita diberi kekuatan untuk membeli barang. Sehingga berapapun harga barang naik, kalau kita mampu membelinya tidak masalah. Meskipun harga turun, tapi kita tidak kuat membeli, repot juga. Lebih dari itu, jangan-jangan kualitas barangnya juga turun,” ujarnya.
Yang terpenting, katanya, dalam menghadapi puasa dan lebaran, tidak perlu ada anggaran belanja yang berlebihan. Beli barang seperlunya, baik untuk kue dan makanan maupun pakaian.
“Di situ ada fungsi puasa juga, kita harus bisa mengendalikan keinginan untuk memborong barang hanya untuk berlebaran. Uang jangan dihabiskan untuk lebaran yang hanya sehari itu. Sebab, setelah leberan masih butuh uang juga,” pungkasnya (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua